oleh

Akmal Malik Mengaku Bakal Memberi Perhatian Besar ke Daerah yang Berdekatan IKN

TEKAPEKALTIM — Pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Benua Etam merupakan berkah yang amat luar biasa. Namun, ada banyak jalan yang rusak akibat aktivitas pembangunan IKN dan tambang serta sawit.

Guna mendapatkan kepastian, warga pun melahirkan pertanyaan, apakah daerah-daerah penyangga kabupaten/kota IKN yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) dapat meningkatkan kualitas jalan?

Lantaran pertanyaan itu, Penjabat Gubernur Kaltim Akmal Malik melontarkan komentarnya. Bahwa memang, kata Akmal, akses dibutuhkan untuk membangun IKN. Terkait aktivitas tambang dan sawit, terang Akmal, sampai saat ini tidak memiliki hubungan.

“Saya mau klarifikasi dulu. Mungkin tidak ada korelasinya IKN dengan pertambangan. Cuma adanya pergerakan raw material yang menuju area IKN menggunakan truk-truk tentunya ini benar ya,” kata Akmal di Samarinda, Sabtu (09/11).

“Ini yang kita katakan ekses dari sebuah proses Pembangunan. Nah kita mencoba meminimalisir ekses negatif ini. Itu yang akan menjadi perhatian kita ke depan,” tambahnya.

Lebih jauh Akmal melanjutkan, IKN membutuhkan bahan baku (raw) yang melimpah dan faktanya, kata Akmal, Benua Etam tidak cukup mampu memenuhi kebutuhan tersebut.

“Bahwa IKN membutuhkan raw material yang luar biasa banyaknya. Batu dan sebagainya, yang sayangnya tidak mampu kita penuhi dari kalimantan. Harus datangkan dari Suilawesi, dari Lampung, juga ada dari Jawa, Lumajang,” terang Akmal.

Akmal pun mengaku pihaknya bakal melakukan pertemuan dengan pemerintah setempat yang wilayahnya berdekatan dengan IKN serta semua tokoh-tokoh terkait agar kelak tidak terjadi dampak negatif.

“Kita pastinya akan berkoordinasi dengan PPU dan juga seluruh stakeholder terkait agar sekali lagi jangan terjadi dampak seperti tadi. Ya ekses pasti ada lah, kita harus coba kurangi ekses-ekses negative ini,” imbuhnya. (agu/adv/diskominfokaltim)

Komentar