Dinkes Bontang Libatkan Swasta dan Masyarakat untuk Percepat Penurunan Stunting
Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak di luar pemerintah.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menegaskan percepatan penurunan stunting ke depan akan dilakukan melalui kolaborasi bersama sektor swasta, masyarakat hingga media.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan persoalan stunting menjadi salah satu program prioritas yang mendapat perhatian khusus dari Wali Kota Bontang.
Karena itu, pihaknya mulai melakukan pembenahan dan evaluasi terhadap program yang telah berjalan.
Sebagai langkah awal, Dinkes Bontang akan melakukan koordinasi internal dengan seluruh unit pelayanan kesehatan, mulai dari UPT, puskesmas hingga rumah sakit untuk mengevaluasi capaian penanganan stunting selama ini.
“Langkah awal tentu kami melakukan komunikasi internal dulu bersama UPT, puskesmas, dan rumah sakit untuk melihat capaian program yang sudah berjalan,” ujarnya saat ditemui, Senin (25/5/2026).
Menurut Toetoek, upaya menekan angka stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan lintas sektor agar program yang dijalankan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ia menyebut kolaborasi tersebut nantinya akan mencakup dukungan dari perusahaan swasta, masyarakat, hingga media massa yang memiliki peran penting dalam penyebaran edukasi kesehatan kepada warga.
“Pembangunan kesehatan ini tidak bisa selesai hanya oleh Dinas Kesehatan saja. Kami tentu akan menggandeng pihak swasta, masyarakat, termasuk media untuk membantu edukasi kesehatan kepada masyarakat,” katanya.
Selain penanganan stunting, Dinkes Bontang juga memberikan perhatian terhadap peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan daerah. Penguatan layanan di puskesmas dan rumah sakit dinilai penting untuk mendukung pelayanan publik yang lebih baik.
Toetoek menegaskan pelayanan kesehatan harus dijalankan dengan pendekatan yang humanis serta tetap mengutamakan keselamatan pasien dan kualitas layanan kepada masyarakat.
Di sisi lain, Dinkes Bontang juga akan memperkuat program promotif dan preventif meskipun Kota Bontang saat ini telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC). Menurutnya, layanan kuratif dan rehabilitatif tetap menjadi bagian penting dalam sistem kesehatan daerah.
“Yang jelas fokus utama kami saat ini bagaimana program prioritas pemerintah daerah, khususnya penanganan stunting dan pelayanan kesehatan, bisa berjalan lebih optimal,” tutup Toetoek.(Adv)

Tinggalkan Balasan