TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Dinkes Bontang Siapkan Operasi Timbang Massal untuk Tekan Stunting

Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan operasi timbang balita serentak yang akan digelar pada Juni 2026.

Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan mulai mematangkan persiapan pelaksanaan operasi timbang balita serentak yang akan digelar pada Juni 2026.

Program ini ditujukan untuk memperkuat pendataan kesehatan balita sekaligus mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, mengatakan kegiatan tersebut ditargetkan mampu menjangkau sekitar 80 persen balita yang ada di seluruh wilayah Kota Bontang.

Menurutnya, operasi timbang serentak menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah memastikan penanganan stunting dilakukan berdasarkan data yang akurat dan terbaru.

Saat ini prevalensi stunting di Bontang tercatat sekitar 15 persen, turun dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 17 persen.

Pemerintah daerah pun menargetkan angka tersebut kembali menurun hingga mencapai 12,5 persen pada 2026 melalui kolaborasi lintas sektor dan penguatan intervensi kesehatan masyarakat.

“Kami akan melakukan komunikasi internal dulu bersama puskesmas dan rumah sakit untuk melihat capaian program yang sudah berjalan,” ujarnya, Senin, (25/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelum pelaksanaan operasi timbang dilakukan, Dinkes terlebih dahulu melakukan konsolidasi dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas dan rumah sakit, guna memastikan kesiapan pelaksanaan program di lapangan.

Meski pada tahun ini kegiatan operasi timbang massal baru dianggarkan satu kali, pihaknya optimistis target cakupan tetap dapat tercapai sesuai sasaran yang telah ditentukan.

“Tim pelaksana operasi timbang sudah berkomitmen bisa menyasar sekitar 80 persen balita. Dengan capaian itu, satu kali pelaksanaan dinilai cukup efektif,” katanya.

Toetoek mengungkapkan sebelumnya Pemkot Bontang sempat mengarahkan agar operasi timbang balita dapat dilakukan hingga tiga kali dalam setahun. Namun dalam penganggaran tahun 2026, kegiatan tersebut baru mendapat alokasi untuk satu kali pelaksanaan.

“Yang dianggarkan tahun ini memang baru satu kali karena arahan penambahan frekuensi itu baru disampaikan,” jelasnya.

Walaupun demikian, pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang balita disebut tetap berlangsung rutin setiap bulan melalui kegiatan posyandu dan layanan fasilitas kesehatan di masing-masing wilayah.

Menurutnya, penimbangan berkala tersebut menjadi langkah penting agar kondisi kesehatan serta status gizi anak tetap terpantau secara berkelanjutan meski operasi timbang serentak belum dapat dilaksanakan beberapa kali dalam setahun.

Selain menjalankan program penanganan stunting, Dinas Kesehatan Bontang juga mulai memperkuat peningkatan layanan kesehatan yang lebih humanis di puskesmas maupun rumah sakit dengan tetap mengutamakan keselamatan pasien dan mutu pelayanan publik.

“Penimbangan rutin tetap berjalan setiap bulan, sehingga data balita tetap bisa dipantau dengan baik,” tutup Toetoek.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini