Festival Pemuda Bontang 2026 Berakhir Meriah, Dispopar Bidik Skala Se-Kaltim Tahun Depan
Bontang – Festival Pemuda Kota Bontang 2026 resmi ditutup dengan suasana meriah di halaman parkir Stadion Bessai Berinta, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan kreativitas generasi muda itu juga menjadi ajang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.
Penutupan festival dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang Muhammad Sahib, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Eko Mashudi, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah tamu undangan.
Festival tersebut menampilkan berbagai perlombaan dan pertunjukan yang melibatkan generasi muda Bontang. Selain lomba vokal solo yang diikuti 20 peserta, terdapat pula kompetisi tari tradisional dengan peserta sebanyak 10 tim berusia 19 hingga 26 tahun.
Tak hanya menjadi ruang kreativitas pemuda, festival itu juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Sekitar 80 pelaku UMKM turut dilibatkan dengan menawarkan beragam produk, mulai dari makanan, minuman hingga aksesori hasil karya usaha lokal.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengapresiasi pelaksanaan festival yang dinilai mampu menggabungkan unsur budaya daerah dengan inovasi kekinian. Menurutnya, kreativitas generasi muda menjadi modal penting bagi kemajuan daerah di tengah perkembangan teknologi digital.
“Kreativitas tanpa batas yang berbasis pada nilai-nilai lokal inilah yang akan membentuk karakter pemuda Bontang menjadi tangguh, mandiri, dan berdaya saing global,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dispopar Kota Bontang Eko Mashudi menegaskan bahwa festival tersebut tidak hanya difokuskan sebagai hiburan semata, melainkan menjadi wadah pengembangan potensi generasi muda dan promosi budaya daerah.
Ia mengatakan, Dispopar menargetkan kegiatan tersebut dapat berkembang menjadi lebih besar pada tahun mendatang dengan cakupan peserta yang lebih luas dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Dispopar Bontang memiliki target agar festival tersebut dapat berkembang lebih besar pada tahun mendatang. Tahun depan kita akan mengadakan dengan level se-Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Dispopar berencana menggandeng program corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan agar pelaksanaan festival semakin meriah dan mampu menghadirkan peserta dari berbagai daerah.
“Tahun depan bisa lebih meriah. Kami ingin menggandeng CSR perusahaan supaya cakupannya lebih luas dan bisa mengundang peserta dari daerah lain,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan