Pemkot Bontang Benahi CCTV Rusak, Siapkan Penambahan 150 Kamera Baru
Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di lingkungan permukiman warga.
Evaluasi ini dilakukan menyusul adanya laporan sejumlah perangkat yang tidak lagi berfungsi optimal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan bahwa persoalan yang kerap muncul bukan hanya pada pengadaan perangkat, tetapi juga pada kurangnya perawatan setelah pemasangan.
“Sering kali yang menjadi masalah bukan pada pengadaannya, tetapi pada perawatannya. Fasilitas yang sudah ada seharusnya tetap dijaga agar bisa terus digunakan,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa CCTV di tingkat rukun tetangga (RT) bahkan sudah lama tidak berfungsi. Di salah satu wilayah, dari tujuh unit kamera yang terpasang, hanya tiga yang masih aktif.
Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk menentukan apakah perangkat yang rusak masih bisa diperbaiki atau harus diganti.
“Kalau masih memungkinkan untuk diperbaiki tentu akan kita perbaiki, supaya tidak terbuang percuma,” jelasnya.
Selain perbaikan, masyarakat juga masih dapat mengajukan usulan pemasangan CCTV melalui program lingkungan RT sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara untuk titik-titik strategis di wilayah kota, pemasangan akan dikoordinasikan bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bontang.
Pemkot Bontang juga berencana menambah sekitar 150 unit CCTV baru yang akan ditempatkan di berbagai ruang publik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan keamanan serta mencegah tindak kriminal di lingkungan masyarakat.
Pemasangan tersebut akan difokuskan pada lokasi-lokasi strategis, termasuk kawasan kelurahan dan lingkungan RT, dan direncanakan mulai direalisasikan pada 2026 setelah pembahasan APBD selesai.
Selain itu, pemerintah juga akan membenahi jaringan WiFi publik yang saat ini telah tersedia di sejumlah titik, namun sebagian di antaranya tidak lagi berfungsi.
Menurut Neni, penanganan jaringan tersebut akan menjadi tanggung jawab Diskominfo Bontang, dengan harapan dapat segera dioptimalkan kembali.
“Untuk WiFi nanti langsung diurus Diskominfo. Nanti ada kepala dinas yang baru. Harus kerja maraton, insyaallah kita selesaikan secepat mungkin,” ujarnya.
Sebelumnya, dalam forum rembuk RT, Neni juga menyinggung adanya kasus pencurian besi penutup parit yang terekam kamera CCTV di salah satu wilayah.
Rekaman tersebut memperlihatkan pelaku menggunakan sepeda motor saat melakukan aksinya.(Adv)

Tinggalkan Balasan