oleh

Disdikbud Bontang Giat Dukung IKM, Bambang Cipto: Jangan Terjebak Penuhi Kebutuhan Administratif

TEKAPEKALTIM — Guna mengembangkan kurikulum merdeka di satuan pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang lakukan bimbingan teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) untuk Tim Pengajar Bontang di Hotel Grand Tjokro Balikpapan, Jum’at (17/11).

Diketahui, Kurikulum Merdeka merupakan upaya mendukung visi pendidikan Indonesia, dan sebagai bagian dari pemulihan pembelajaran yang dirancang guna memberi fleksibilitas bagi satuan pendidik, agar menyesuaikan dengan kebutuhan murid.

Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan Kadisdikbud Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono dalam sambutannya yang diwakili Anwar Hadi, selaku Kordinator Pengawas Sekolah Dasar.

Dirinya menyebut Kurikulum Merdeka memberikan titik tekan fokus kepada peserta didik. Peserta didik menjadi sentral utama penerima manfaat kebijakan penerapan kurikulum ini. Olehnya Guru sebagai garda terdepan dalam mengimplementasikan kurikulum harus paham dan melakukan pendampingan secara totalitas para peserta didik.

Sayangnya, banyak di antara peserta Bimtek yang berjumlah puluhan guru dari Kota Bontang itu mengaku kesulitan dalam penyesuaian kurikulum merdeka.

Seperti diungkapkan Purwanto, salah seorang peserta Bimtek. Dirinya menyebut Kurikulum Merdeka tak lebih sederhana dari K13, sehingga “Teman-teman masih lebih banyak dengan metode lama yang monoton, seperti mengarahkan siswa untuk mengerjakan Lks (Lembar Kerja Siswa),” Ungkapnya.

Karena hal ini, Bambang Cipto juga menegaskan, keberhasilan Implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dapat diukur sejauh mana kurikulum ini di tangan pendidik bisa mengubah suasana kelas.

“Guru Tidak boleh terjebak dalam rutinitas dan pemenuhan kebutuhan administratif semata,” ujar Bambang dalam sambutannya.

“Suasana pembelajaran harus lebih menyenangkan dan membahagiakan peserta didik, aktifitas pembelajaran lebih bergairah, sehingga budaya belajar sepanjang hayat dapat diwujudkan,” sambungnya.

Kadisdikbud Itu berharap agar semua peserta yang mengikuti kegiatan Bimtek IKM ini bisa mengambil materi Kurikulum Merdeka,  sehingga memiliki rencana tindak lanjut yang dapat mengoptimalkan potensi siswa.

“Semua guru harus melakukan perubahan, yaitu bergerak sesuai yang diharapkan pemangku pendidikan, memiliki pemahaman yang sama tentang konsep kurikulum merdeka, sehingga diharapkan bisa menghasilkan produk kurikulum merdeka yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (Cca)

Komentar