oleh

Guna Tingkatkan Manajemen Tata Kelola Keamanan Informasi, Diskominfo Kaltim Lakukan Studi Tiru di Bantul

TEKAPEKALTIM — Masih dalam agenda studi tiru di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Timur (Diskominfo Kaltim) melanjutkan agenda ke Kabupaten Bantul.

Staf Ahli Gubernur Kaltim Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Ririn Sari Dewi menjelaskan, agenda ini dilakukan guna meningkatkan manajemen tata kelola keamanan informasi dan operasionalisasi Jaring Komunikasi Sandi (JKS) pemerintah daerah di Kaltim.

“Kami bersyukur sekali bisa hadir ke sini untuk membangun jejaring dan discuss dalam upaya meningkatkan kelayakan sistem keamanan informasi dan persandian sesuai tupoksi kami,” kata Ririn mengawali penyampaiannya saat studi tiru di Kantor Diskominfo Kabupaten Bantul, Jumat (24/11).

Kunjungan tersebut disambut oleh Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Arif Darmawan, Kepala Sub bagian Program dan Keuangan, Agung Nugroho serta Analis Informasi Kelompok Substansi Keamanan Informasi dan Persandian, Irfan Masyhudi.

“Suatu kehormatan bagi kami untuk sharing terkait kemanan informasi dan persandian,” ujar Arif di Ruang Rapat PPID Diskominfo Kabupaten Bantul, Jalan Robert Wolter Monginsidi Nomor 1 Kurahan, Bantul.

Diskominfo Bantul melayani urusan keamanan informasi dan persandian di lingkup Pemerintah Kabupaten. Mulai dari layanan pusat data, hosting dan domain pengelolaan aplikasi, sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik (TTE), serta mengelola layanan panggilan darurat dengan Call Center 112.

Analis Informasi Kelompok Substansi Keamanan Informasi dan Persandian Diskominfo Bantul, Irfan Masyhudi menjelaskan, saat ini ada sebanyak 265 aplikasi yang dimiliki Perangkat Daerah (PD) kabupaten.

Pihaknya tengah melakukan assesment untuk seluruh aplikasi tersebut. 207 di antaranya telah lulus assesment, 39 aplikasi dalam antrian, dan sembilan aplikasi sedang dalam proses.

“Kami juga tengah menggencarkan pemanfaatan TTE dalam aplikasi yang kami gunakan. Sekarang sudah ada tujuh aplikasi yang telah terintegrasi dengan TTE. Salah satunya adalah aplikasi e-office kami, SURBAN yang digunakan di seluruh PD, Puskesmas, hingga kelurahan,” terang Irfan.

Diskominfo juga membantu Pemkab Bantul dalam pengelolaan aplikasi terpadu untuk mengakses seluruh layanan pemerintah kabupaten dengan platform Bantulpedia.

Di samping itu, Diskominfo Bantul juga tengah aktif mengembangkan digitalisasi desa, dan penguatan implementasi manajemen keamanan informasi dari serangan siber.

Dalam kunjungan tersebut, tim Diskominfo Kaltim melakukan diskusi interaktif terkait tata kelola keamanan informasi dan persandian.

Hadir Sekretaris Diskominfo Kaltim Edi Hermawanto Noor, Kepala Bidang TIK Dianto, Sandiman Ahli Muda Diskominfo Kaltim, Agus Eko Santoso serta Analis Sistem Informasi dan Jaringan, Edo Santradijaya. (agu/adv/diskominfokaltim)

Komentar