oleh

Disambangi FK-KMK UGM, Akmal Malik: Siapkan Dokter Spesialis Untuk Kaltim dan IKN

TEKAPEKALTIM — Penjabat Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik memberi apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, khususnya Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) UGM yang menawarkan kerja sama untuk tenaga dokter spesialis.

Akmal mengakui, kekurangan Bumi Etam salah satunya adalah, dari sisi mind power (kekuatan pikiran) dalam bidang kedokteran. Karena itu, dirinya membuka peluang atas tawaran kerja sama yang dibangun Fakultas Kedokteran UGM itu.

Hal itu disampaikan Akmal usai menerima audiensi Asisten Wakil Dekan Kerja sama Alumni FK-KMK UGM Datu Respatika Ph.D, didampingi Pokjanas Academic Health System (AHS) Haryo Bismantara, Hasmiati Sessu, Nur Af’idah, dan Indra R Dharmawan dari Kemenkes. Triasih Widiawati dan Vyra dari UGM, di VVIP Room Guest House Kompleks Pendopo Odah Etam Samarinda, Senin (20/11).

“Dari sisi infrastruktur kita itu sudah cukup bagus, dan telah memiliki beberapa rumah sakit. Tetapi sayangnya mind power kita masih kurang untuk dokter spesialis,” beber Akmal Malik.

“Jadi mereka lagi membantu memetakan berapa kebutuhan dokter spesialis, dan apa mungkin kita bekerja sama nanti dengan Unmul untuk membuka prodi-prodi baru, khususnya dokter spesialis yang memang dibutuhkan untuk menunjang pembangunan kesehatan di Kaltim,” sambungnya.

Selain dari UGM, Akmal Malik juga tengah melakukan komunikasi dengan Kemenkes dan mendukung rencana Kaltim ke depan. “Jadi kita berharap kerja sama ini bisa membantu kita untuk pembangunan kesehatan di Kaltim.”

Ditambahkan Akmal, upaya menyiapkan tenaga kesehatan maupun dokter spesialis, bukan saja di Kaltim, tetapi juga untuk Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Arahnya juga nanti kesana, saya katakan secara sosial kita tidak bisa dipisahkan dengan IKN. Secara administrasi berbeda tapi secara sosial dan kebutuhan tidak akan bisa, walaupun sudah dibangun rumah sakit di sana,” kata Akmal.

Jadi upaya ini, masih kata Akmal, untuk menyiapkan bufferzone, dan ini bagian dari Kaltim untuk infrastruktur dan mind power bidang kesehatan agar lebih baik di masa mendatang.

“Intinya kerja sama ini sangat kita dukung, tapi kita awali pemetaan dulu. Kita petakan dulu kebutuhannya, prodi mana yang kita butuhkan, berapa jumlahnya. Itu sangat penting, agar ketika kita nanti bekerja sama dan menyiapkan anggaran, akan lebih tepat sasaran dan efektif,” terang Akmal.

Kadis Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin yang juga hadir dalam pertemuan itu menjelaskan audiensi yang dilakukan antara UGM, Dinkes dan Kemenkes terkait Academic Health System (AHS) sebagai upaya transformasi bidang kesehatan, untuk meningkatkan jumlah dokter dan dokter spesialis di Bumi Etam.

“Sehingga AHS akan lebih memudahkan fasilitas kesehatan, tentu kerja sama antara pengampu pendidikan di UGM, dinas kesehatan dan Kementerian Kesehatan, diharapkan dukungan Pemprov Kaltim agar bisa mempercepat kerja sama ini,” imbuhnya. (agu/adv/diskominfokaltim)

Komentar