oleh

Kenalkan Kuliner Lokal, Disbudpar Gelar Lomba Kuliner Khas Berau

TEKAPEKALTIM — Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Berau menggelar Lomba Kuliner Khas Berau, Sabtu (18/11) di Halaman Kantor Bupati Berau.

Mengangkat tema “Lomba Kuliner Khas Berau (Ancur Paddas) dan Kuliner Olahan Ikan dalam Rangka Melestarikan Kearifan Lokal Berau Melalui Kuliner Bagi Pelaku Ekraf”, acara ini dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Muhammad Said mewakili Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.

Dalam pagelaran itu, turut di hadiri oleh Pimpinan OPD dan para juri serta peserta lomba kuliner.

Dalam sambutanya, Muhammad Said menyambut baik terlaksananya kegiatan lomba sebagai upaya melestarikan kearifan kuliner lokal Kabupaten Berau.

“Selain ancur paddas yang memang merupakan kuliner khas Kabupaten Berau, kita juga memiliki kekayaan hasil laut yang luar biasa. Sehingga, kuliner berbahan dasar ikan sudah sepatutnya menjadi salah satu identitas bagi daerah kita,” ujar Said.

Said mendorong promosi atas kuliner semakin ditingkatkan demi menarik minat wisatawan. Dia juga menekankan agar ke depan kuliner khas Berau bisa dikembangkan sebagai salah satu jenis usaha yang mampu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat setempat. Terutama bagi pelaku ekonomi kreatif sendiri.

Adanya inovasi dan kreatifitas dalam sajian kuliner khas menurut Said merupakan hal yang diperlukan. Meski begitu, dia menekankan agar keasliannya tetap ada dan terjaga.

“Ajang perlombaan semacam ini, saya harapkan dapat digelar rutin, bukan hanya untuk melestarikan kuliner, tetapi juga mengembangkan kreativitas peserta terhadap kuliner yang disajikan, namun dengan tidak meninggalkan keasliannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Said menyebut, Pemkab Berau memiliki komitmen kuat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis kearifan lokal, dengan menyediakan fasilitas pembinaan, pelatihan, serta kredit lunak kepada UMKM.

“Mengingat, daerah kita merupakan daerah yang sangat diunggulkan dari segi pariwisata dengan keragaman seni dan budayanya, yang tentu saja turut mempengaruhi iklim industri kuliner daerah,” pungkas Said. (apl/adv/dispar)

Komentar