20 Ibu Hamil Berisiko Tinggi di Bontang Dapat Pendampingan Intensif Cegah Stunting
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya menekan angka komplikasi kehamilan dan pencegahan stunting dengan memberikan pendampingan intensif kepada 20 ibu hamil berisiko tinggi.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui integrasi tiga program, yakni Pelangi Bunda, Gerobak Emas, dan Akar Ranting. Ketiganya menggabungkan layanan kesehatan, pemantauan kondisi ibu dan janin, serta intervensi berbasis keluarga agar proses kehamilan hingga persalinan dapat berlangsung dengan aman.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kota Bontang dan dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Badak NGL.
Melalui sinergi tersebut, pemerintah berharap risiko komplikasi kehamilan dapat ditekan, status gizi ibu dan bayi meningkat, serta stunting dapat dicegah sejak masa kehamilan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menegaskan bahwa penanganan ibu hamil dengan risiko tinggi tidak bisa hanya mengandalkan pelayanan di fasilitas kesehatan.
“Pendampingan komprehensif ini dirancang untuk memastikan ibu dan janin dalam kondisi aman hingga proses persalinan. Harapan besar kita, kolaborasi ini dapat secara signifikan menurunkan risiko komplikasi kehamilan, meningkatkan status gizi ibu dan bayi, serta mencegah terjadinya stunting sejak dalam kandungan,” ujarnya Senin (03/8/2026).
Menurut Toetoek, proses pendampingan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tenaga kesehatan, kader kesehatan, hingga dukungan dari lingkungan sekitar. Melalui pola tersebut, kondisi ibu hamil dapat dipantau secara rutin sehingga setiap potensi risiko dapat segera diidentifikasi dan ditangani.
Ia juga menilai keterlibatan sektor swasta melalui program CSR memiliki peran strategis dalam memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kota Bontang. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dinilai menjadi implementasi pendekatan pentahelix yang efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan, khususnya penurunan angka stunting.
Selain memastikan kesehatan ibu dan janin tetap terjaga, program ini juga mendorong keluarga untuk lebih memahami pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan, pemeriksaan kehamilan secara berkala, serta kesiapan menghadapi persalinan.
“Dengan kolaborasi ini kami berharap semakin banyak ibu hamil berisiko tinggi yang mendapat pendampingan secara optimal sehingga dapat melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan