Berdampak Positif ke Ekonomi Warga, Rustam Dorong CFN Bontang Berlanjut
BONTANG – Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mendorong Car Free Night (CFN) Bontang bisa terus berlanjut jika terbukti memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar hiburan, namun juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penjualan.
Ia menilai, kebijakan pemerintah terkait pengembangan UMKM tentu telah melalui pertimbangan dan kajian.
Meski pelaksanaan CFN berpotensi mengganggu sebagian warga akibat penutupan akses jalan, ia melihat manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan lebih luas.
“Memang ada masyarakat yang merasa dirugikan, tapi bukan secara materi. Mungkin hanya akses jalannya yang ditutup sementara. Namun, dampak dominonya, perekonomian kita bisa berjalan,” kata Rustam.
Katanya, CFN memberi kesempatan bagi masyarakat untuk keluar rumah, berkuliner, dan berbelanja langsung dari pedagang lokal. Aktivitas itu turut menggerakkan perputaran uang di sekitar lokasi kegiatan.
Karena itu, Rustam berharap pelaksanaan CFN dievaluasi berdasarkan manfaat yang dihasilkan. Jika berjalan baik, durasi penyelenggaraannya bisa dipertimbangkan untuk diperpanjang.
“Kalau ini berjalan bagus dan dianggap waktunya pendek, bagaimana ke depannya bisa lebih panjang,” ujarnya.
Rustam juga mencontohkan pengalamannya saat berkunjung ke Bandung. Di kawasan dekat Hotel Pullman, ia melihat deretan gerobak UMKM ramai dikunjungi masyarakat sejak pagi. Menurutnya, aktivitas tersebut menunjukkan ruang publik bisa dimanfaatkan untuk mendukung usaha kecil.
Katanya, Bontang memiliki peluang serupa untuk menghidupkan kegiatan ekonomi warga melalui CFN.
Namun, kata Rustam, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kepentingan masyarakat, termasuk pengaturan lalu lintas dan akses jalan bagi warga yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, transaksi langsung pelaku UMKM diperkirakan mencapai Rp460 juta.
Sementara total omzet dari aktivitas ekonomi usaha di sekitar kawasan kegiatan, diperkirakan menembus Rp1 miliar. (Adv)

Tinggalkan Balasan