TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

DPRD Bontang Soroti Kemacetan, Dandim Minta Belok Kiri di Lampu Merah Dibuat Jalan Terus

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Sahib (tengah). (dok:tekape)

BONTANG – Kemacetan di sejumlah ruas jalan Kota Bontang menjadi sorotan dalam Forum Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), yang digelar Komisi C DPRD Bontang, Senin 24 Agustus 2026.

Komandan Kodim (Dandim) 0908/Bontang, Letkol Inf Ardiansyah, menyampaikan usulan agar kendaraan yang hendak berbelok ke kiri di sejumlah persimpangan, khususnya saat lampu merah, dapat langsung melintas tanpa harus menunggu lampu hijau.

Menurutnya, rekayasa tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja.

“Hanya satu yang saya saran, bisakah kira-kira karena ini macet saya juga sering melihat. Contohnya di lampu merah Yabis, lampu merah Lok Tuan, bisakah belok kiri itu jalan terus karena musim hujan maupun tidak musim hujan, jam-jam pada saat orang pulang kerja maupun pergi kerja itu macet, Pak,” ujar Ardiansyah.

Ia mengaku kerap melihat kemacetan terjadi pada pagi hari. Bahkan, saat perjalanan dari Sangatta menuju Bontang sekitar pukul 06.00 hingga 07.00, kepadatan kendaraan membuat perjalanan menjadi terhambat.

“Jam 06.00 sampai jam 07.00 saya waktu dari Sangatta, saya mau buru waktu tidak bisa karena di situ macet,” katanya.

Selain di kawasan Lok Tuan, Ardiansyah juga menyoroti kondisi di simpang Yabis. Menurutnya, antrean kendaraan semakin panjang karena adanya kendaraan yang hendak berbelok ke kanan menuju SPBU.

“Kemudian di Yabis, ada yang mau belok ke kanan ke pom bensin, tapi dengan adanya lampu merah itu macet di situ. Harusnya belok kiri dia langsung karena dia tertahan di situ akhirnya padat panjang, Pak,” jelasnya.

Ia menilai pemberian akses langsung bagi kendaraan yang hendak belok kiri, tanpa memotong arus kendaraan dari arah lain, dapat membantu mengurai kepadatan.

“Harusnya sih itu kalau dia ada yang belok mungkin akan mengurangi. Bisakah kira-kira untuk belok kiri ini dan tidak memotong jalan dia bisa langsung,” lanjutnya.

Keluhan terkait kemacetan sebelumnya juga disampaikan perwakilan Ikatan Sopir Angkot Bontang. Joko mengatakan kondisi lalu lintas turut berdampak terhadap aktivitas angkutan kota.

Menurutnya, kemacetan cukup parah terjadi sekitar pukul 06.30 hingga 07.30, terlebih saat turun hujan gerimis. Kepadatan disebut terjadi mulai dari kawasan Yabis hingga PDAM Kota Bontang dan berlanjut sampai Polres Bontang.

“Sangat kami rasakan adalah jika pagi jam aktif jam 07.00, 06.30 hingga 07.30, apalagi kalau gerimis, luar biasa macetnya. Dari Yabis tembus sampai di PDAM Kota Bontang, tembus sampai Polres,” kata Joko.

Ia menyebut kemacetan dipengaruhi kendaraan yang mengantar siswa ke sekolah serta antrean kendaraan di SPBU Kilometer 6.

“Ini bukan kami saja dari angkot yang merasa tersiksa di situ tapi semua, tolong dipikirkan,” ujarnya.

Menanggapi usulan tersebut, Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan persoalan teknis seperti penerapan belok kiri langsung perlu dirumuskan bersama instansi terkait, yakni Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Polres Bontang.

“Itu masalah teknis, nanti dari saudara-saudara, teman-teman dari Dishub dan Lantas Polres Bontang langsung dirumuskan, Pak ya. Agar apa yang disampaikan tadi Bapak itu apakah bisa langsung belok kiri atau tidak. Itu persoalan teknis, Bapak ya,” jelas Sahib. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini