Pemkab Bontang Patok Rp390 Miliar PAD 2027, Fraksi PKS-NasDem Minta Sumbernya Diperjelas
BONTANG – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bontang dalam RAPBD 2027 dipatok sebesar Rp390,13 miliar.
Angka ini menyumbang sekitar 19,97 persen dari total pendapatan daerah yang dirancang mencapai Rp1,95 triliun.
Fraksi PKS Bersama NasDem DPRD Bontang menyoroti besaran tersebut. Fraksi meminta pemerintah daerah menjelaskan secara rinci sumber-sumber pendapatan yang menjadi dasar penetapan target tersebut.
Hal ini disampaikan Fraksi PKS Bersama NasDem, yang dibacakan Saeful Rizal, dalam rapat paripurna DPRD Bontang saat membahas Nota Keuangan dan RAPBD 2027.
Menurut fraksi, penjelasan tersebut penting agar target PAD tidak hanya tercantum sebagai angka dalam struktur APBD, tetapi memiliki dasar perhitungan dan strategi pencapaian yang jelas.
Fraksi meminta pemerintah memaparkan target peningkatan PAD berdasarkan masing-masing jenis pendapatan, termasuk sumber mana yang menjadi prioritas.
Selain itu, pemutakhiran basis data wajib pajak dan wajib retribusi juga dinilai perlu diperjelas. Pemerintah diminta menunjukkan potensi tambahan pendapatan yang dapat diperoleh dari pembaruan data tersebut.
Fraksi juga menyoroti strategi digitalisasi layanan dan optimalisasi pemungutan PAD.
Upaya tersebut diminta disertai indikator kinerja yang terukur sehingga dapat diketahui dampaknya terhadap peningkatan penerimaan daerah.
Di sisi lain, Fraksi PKS Bersama NasDem mengingatkan agar peningkatan PAD tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan pelaku usaha.
“Peningkatan PAD harus dilakukan dengan strategi yang tetap memperhatikan kemampuan masyarakat dan dunia usaha,” demikian pandangan fraksi.
Fraksi berharap penguatan PAD dapat mengurangi ketergantungan APBD Bontang terhadap pendapatan transfer, yang dalam RAPBD 2027 masih menjadi sumber pendapatan terbesar daerah. (Adv)

Tinggalkan Balasan