TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Rustam Nilai Tekanan Fiskal Buat Pemerintah Bontang Mulai Kreatif Gali Pendapatan Daerah

Rustam (dok:tekape)

BONTANG – Tekanan fiskal yang dihadapi Kota Bontang dinilai mulai mendorong pemerintah daerah mencari sumber pendapatan baru.

Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, melihat kondisi ini sebagai momentum untuk memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mengubah pola kerja pemerintah dalam mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD).

Hal itu disampaikan Rustam dalam refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Bontang, Senin 12 Oktober 2026.

Ia menyebut, Bontang pernah menikmati kemampuan anggaran hingga Rp3,7 triliun. Namun, saat ini di tengah kondisi keuangan yang lebih terbatas, menuntut pemerintah tidak lagi bergantung pada penerimaan transfer.

Adanya pengurangan Dana Bagi Hasil (DBH), kata Rustam, justru menjadi pemicu munculnya berbagai inovasi untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Dengan turunnya DBH ini, luar biasa dampaknya. Tapi akhirnya kita mulai kreatif. PAD kita naik, menembus sekitar Rp370 miliar. Mungkin ke depan kita bisa menembus Rp500 miliar,” ujar Rustam.

Ia mencontohkan pembenahan sistem parkir di pusat perbelanjaan atau mal serta pengelolaan sejumlah titik potensial lainnya sebagai upaya yang mulai dilakukan untuk meningkatkan penerimaan daerah.

Menurutnga, langkah ini menunjukkan keterbatasan anggaran tidak harus membuat pemerintah berhenti bergerak.

Melainkan sebaliknya, kondisi ini justru mendorongan pemerintah menggali potensi pendapatan yang selama ini belum dioptimalkan.

“Kenapa kemarin-kemarin kita tidak berjuang terlalu berat? Karena kita terlena. Uang terus masuk, bahkan SILPA bisa Rp300 miliar, Rp400 miliar, sampai Rp500 miliar. Sekarang saatnya kita bekerja,” tegasnya.

Rustam meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan DPRD memperkuat kerja sama sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia mendorong perangkat daerah lebih aktif mencari peluang pendapatan tanpa mengabaikan pelayanan publik.

“Ayo teman-teman OPD, ayo DPRD bersama mitra masing-masing, kita genjot untuk mendapatkan pendapatan,” katanya.

Di usia ke-27 tahun Kota Bontang, Rustam berharap Bontang tidak hanya mampu bertahan menghadapi tekanan fiskal, tetapi juga menjadikan situasi tersebut sebagai titik balik untuk membangun daerah yang lebih mandiri.

Dengan begitu, keberlanjutan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terus bergantung pada besarnya dana transfer dari pemerintah pusat. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini