TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Sahib Andalkan Aspirasi DPR RI untuk Perbaikan Jalan Bontang, Bidik IJD Tahun Depan

Sahib (dok:tekape)

BONTANG – Perbaikan jalan di Kota Bontang masih terkendala keterbatasan anggaran, terlebih di tengah situasi efisiensi keungan pusat dan daerah.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, berharap aspirasi melalui anggota DPR RI bisa kembali membuka peluang pendanaan, termasuk lewat program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun depan.

Sahib menyebut, dukungan dari anggota DPR RI menjadi salah satu jalur yang bisa ditempuh untuk memperjuangkan perbaikan infrastruktur daerah.

Ia menyinggung peran Irwan Fecho yang sebelumnya dinilai banyak membantu mendorong aspirasi pembangunan jalan di Bontang.

Menurutnya, komunikasi dengan para wakil rakyat di tingkat pusat perlu terus dibangun, termasuk dengan anggota DPR RI dari berbagai partai politik.

Sahib berharap, usulan perbaikan jalan di Bontang dapat diperjuangkan agar memperoleh dukungan anggaran.

“Kita sudah mendekati, semoga tahun depan jalan kita ini bisa di-IJD-kan. Karena memang hanya itu yang bisa kita lakukan, aspirasi-aspirasi dari DPR RI yang bisa menyelesaikan hal-hal ini secara cepat,” ujar Sahib.

Politisi Nasdem ini mengungkapkan, kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini membuat ruang untuk membiayai pembangunan infrastruktur semakin terbatas.

Pemotongan anggaran turut dirasakan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), bahkan ada yang mengalami pengurangan lebih dari 50 persen.

Kondisi serupa, sambungnya, juga berdampak pada kemampuan instansi yang menangani jalan.

Kata Sahib, berdasarkan informasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), penanganan jalan tahun ini lebih difokuskan pada pemeliharaan atau maintenance, bukan pembangunan jalan baru.

“Dalam situasi dan kondisi keuangan seperti itu, kemarin penyampaiannya tidak bisa membangun jalan baru. Tahun ini hanya bisa melaksanakan tahap-tahap maintenance saja,” ungkapnya.

Katanya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan prioritas dalam pembangunan.

Karena itu, dukungan pendanaan dari pemerintah pusat melalui program seperti IJD menjadi salah satu harapan untuk mempercepat penanganan jalan yang membutuhkan perbaikan.

“Kalau orang bilang uang bukan segala-galanya, bohong itu. Sekarang semuanya pakai uang,” tuturnya.

Ia berharap perjuangan melalui jalur aspirasi DPR RI dapat membuahkan hasil sehingga perbaikan jalan di Bontang tidak hanya bergantung pada kemampuan APBD yang saat ini sedang tertekan. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini