Sahib Angkat Suara Soal Keresahan Leveransir Bahan Bangunan Bontang
BONTANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menanggapi keresahan Persatuan Leveransir Bahan Bangunan (PLBB) Bontang terkait maraknya penutupan galian C di Kota Taman.
Sahib menerangkan, persoalan galian C telah memiliki regulasi yang ditetapkan pemerintah. Menurutnya, Kota Bontang tidak dibenarkan membuka aktivitas galian C.
Meski demikian, Sahib menegaskan Komisi C DPRD Bontang masih memperjuangkan adanya kebijakan yang dapat menguntungkan leveransir sekaligus masyarakat yang membutuhkan material untuk pembangunan, untuk memenuhi kebutuhan material pembangunan daerah.
“Masih kita perjuangkan di Komisi C. Semoga perjuangan ini bisa membuka apa yang diharapkan,” ujar Sahib saat menanggapi pengurus PLBB dalam rapat Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), Senin 24 Agustus 2026.
Sebelumnya, salah satu pengurus PLBB menyampaikan keresahan karena banyak aturan yang dinilai kurang sesuai, terutama terkait persoalan galian C.
Ia mengatakan, ketentuan yang melarang pembukaan galian C di Bontang membuat leveransir harus mencari material dari luar wilayah Bontang. Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap aktivitas usaha dan distribusi material.
“Apakah kami dapat kesempatan, bagi kami pengangkut material angkutan ini, ke depannya kayak apa,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Sahib menyatakan aspirasi leveransir akan tetap menjadi perhatian Komisi C dalam pembahasan kebijakan. Ia berharap upaya tersebut dapat menghasilkan solusi yang tetap sesuai regulasi, namun tidak memberatkan pelaku usaha maupun masyarakat. (Adv)

Tinggalkan Balasan