Sahib Soroti Kabel Semrawut di Langit Bontang, Dorong Utilitas Bawah Tanah
BONTANG – Kabel semrawut yang menjuntai di sepanjang jalan masih menjadi pekerjaan rumah dalam penataan di Kota Bontang.
Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, mendorong agar jaringan kabel secara bertahap dipindahkan ke bawah tanah melalui sistem ducting, sehingga tidak lagi bergelantungan dan mengganggu pemandangan kota.
Katanya, pembangunan saluran khusus kabel bawah tanah atau ducting menjadi salah satu solusi jangka panjang.
Namun, sayagnya tidak sejalan dengan kemampuan APBD Bontang saat ini. Pasalny rencana itu membutuhkan biaya besar sehingga pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Ia mengaku telah berkomunikasi dengan Wali Kota Bontang mengenai kemungkinan penerapan sistem tersebut. Sayangnya, tekanan terhadap APBD akibat pemotongan anggaran membuat rencana pembangunan infrastruktur itu belum bisa direalisasikan.
“Kalau Kota Bontang mau cantik, harus mengikuti seperti di Timur Tengah. Tidak ada kabel di atas, semuanya di bawah tanah. Itu pakai ducting,” katanya, beberapa waktu lalu.
Ia menilai, penataan utilitas bawah tanah cukup memungkinkan diterapkan di Bontang, mengingat ruang kota yang semakin terbatas.
Karena itu, perencanaan perlu disiapkan sejak awal agar dapat direalisasikan ketika kondisi keuangan daerah membaik.
Sahib berharap kemampuan APBD dapat kembali menguat, setidaknya mendekati Rp3 triliun per tahun seperti gambaran anggaran pada 2024–2025.
Dengan dukungan fiskal yang memadai, pembangunan infrastruktur bawah tanah dinilai bisa menjadi bagian dari penataan kota.
Ia juga menyinggung keberadaan jaringan gas rumah tangga (jargas) yang sudah berada di bawah tanah.
Infrastruktur jargas, menurutnya, dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam merencanakan penataan jaringan utilitas ke depan.
“Jaringan bawah tanah yang saat ini kita punya kan cuma jargas. Nanti bisa kita gabungkan,” tandasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan