Sahib Soroti Truk Bertonase Besar, Diduga Percepat Kerusakan Jalan di Bontang
BONTANG – Wakil Ketua Komisi C DPRD Bontang, Muhammad Sahib, menyoroti lalu lintas truk pengangkut BBM, sawit, dan CPO yang dinilai berpotensi mempercepat kerusakan jalan di Kota Bontang.
Menurutnya, kerusakan jalan di sejumlah ruas Kota Bontang tak hanya menjadi persoalan pemeliharaan, tetapi juga berkaitan dengan kendaraan berat yang melintas.
Sahib mengatakan, kondisi jalan perlu dilihat bersama dengan beban kendaraan yang melintas setiap hari.
Katanya, jalan memiliki klasifikasi dan batas kemampuan menahan beban sehingga kendaraan dengan muatan besar perlu menjadi perhatian.
“Kita tidak bisa memungkiri kendaraan-kendaraan besar, misalnya mobil yang memuat BBM, sawit, dan CPO. Ini salah satu yang mempercepat rusaknya jalan,” kata Sahib saat ditemui.
Ia menjelaskan, persoalan tersebut berkaitan dengan kemampuan konstruksi jalan dalam menahan beban kendaraan.
Ia memperkirakan jalan yang dimaksud memiliki kemampuan untuk kendaraan dengan bobot sekitar 15 ton ke bawah.
Sementara itu, kendaraan dengan bobot lebih besar berpotensi memberikan tekanan yang melampaui kemampuan jalan.
“Kalau sudah 15 ton ke atas, maka inilah yang terjadi,” katanya.
Sahin menerangkan, status jalan sebagai jalan provinsi tidak serta-merta berarti ruas tersebut dirancang untuk menanggung semua jenis kendaraan berat.
Karena itu, klasifikasi jalan dan kesesuaian beban kendaraan perlu menjadi perhatian dalam penanganan kerusakan.
Sahib mendorong pemerintah dan instansi terkait mengevaluasi kondisi jalan serta lalu lintas kendaraan berat di Bontang. (Adv)

Tinggalkan Balasan