Pemkot Bontang Dorong Transparansi Rekrutmen, Perusahaan Diminta Laporkan Kebutuhan Tenaga Kerja
Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mendorong seluruh perusahaan di Kota Bontang untuk menyampaikan rencana kebutuhan tenaga kerja dalam satu tahun ke depan kepada pemerintah daerah.
Langkah ini dinilai penting agar pemerintah dapat menyusun perencanaan ketenagakerjaan yang lebih terarah sekaligus memperluas akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.
Menurut Agus Haris, data dari perusahaan menjadi kunci bagi Dinas Ketenagakerjaan dalam memfasilitasi pencari kerja lokal agar bisa terhubung dengan peluang kerja yang tersedia.
“Perusahaan kami minta menyampaikan rencana kebutuhan tenaga kerja mereka. Dengan begitu, informasi itu bisa dipromosikan kepada pencari kerja melalui Dinas Ketenagakerjaan sehingga peluang kerja bisa diketahui masyarakat lebih luas,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Ia mengakui, selama ini salah satu hambatan dalam penyaluran tenaga kerja adalah kurangnya data yang tersusun secara sistematis terkait kebutuhan riil perusahaan. Kondisi tersebut membuat sejumlah peluang kerja tidak tersampaikan secara optimal kepada masyarakat.
Melalui kebijakan ini, Pemkot Bontang berupaya menjadi penghubung antara dunia usaha dan tenaga kerja lokal, sekaligus mengurangi kesenjangan informasi yang kerap menimbulkan persepsi negatif dalam proses rekrutmen.
Agus Haris juga mengungkapkan bahwa langkah tersebut sebenarnya telah mulai dilakukan sejak akhir 2025. Pemerintah daerah melalui Disnaker telah mengirimkan surat kepada perusahaan agar lebih terbuka dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja.
“Sejak November 2025 kami sudah menyurati perusahaan-perusahaan melalui Disnaker agar kebutuhan tenaga kerja mereka bisa disampaikan secara terbuka,” jelasnya.
Dengan adanya keterbukaan data, pemerintah juga dapat menyesuaikan program pelatihan kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri yang ada di lapangan.
“Kalau informasi kebutuhan tenaga kerja terbuka, proses rekrutmen juga akan lebih transparan dan kepercayaan masyarakat terhadap dunia usaha bisa meningkat,” katanya.(Adv)

Tinggalkan Balasan