Kejar Zero Pengangguran, Pemkot Bontang Perkuat Kolaborasi dan Sistem Ketenagakerjaan
Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memacu upaya penurunan angka pengangguran dengan menargetkan capaian ambisius berupa zero pengangguran dalam beberapa tahun ke depan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyebut pendekatan penanganan pengangguran kini mulai diubah agar lebih selaras dengan dinamika dunia kerja yang terus berkembang.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan tidak lagi sebatas ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga menyangkut akses informasi yang terbuka bagi para pencari kerja.
“Dunia kerja sudah berubah. Maka cara kita menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan juga harus berubah,” ujarnya, Rabu, 1 April 2026.
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem ketenagakerjaan yang lebih transparan dan terintegrasi.
“Ini bukan hanya soal membuka lapangan kerja, tetapi bagaimana kita membangun sistem yang memastikan setiap peluang kerja bisa diakses secara adil oleh masyarakat,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kalimantan Timur per Agustus 2025, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Bontang tercatat sebesar 6,36 persen, tertinggi di Kalimantan Timur.
Kondisi ini dipengaruhi oleh ketidakseimbangan antara jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan.
Jumlah pengangguran diperkirakan masih berada di kisaran 7 ribu orang, dengan tingkat kemiskinan sekitar 3,21 persen dari total populasi 194.606 jiwa.
Meski demikian, Agus Haris optimistis target zero pengangguran dapat dicapai dalam lima tahun ke depan melalui penguatan sinergi dengan dunia usaha serta peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
“Yang penting dunia usaha dengan kita terus bersinergi. Kami menjamin kualitas calon pekerja melalui pelatihan yang terus dievaluasi oleh Disnaker,” katanya.
Ia menekankan pentingnya keterbukaan perusahaan dalam menyampaikan kebutuhan tenaga kerja agar pemerintah dapat menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Perusahaan harus membuka diri. Kalau kami tidak tahu apa yang mereka butuhkan, bagaimana kami menyiapkan SDM-nya,” tegas Agus Haris.
Pemerintah, lanjutnya, tidak akan mencampuri proses seleksi tenaga kerja oleh perusahaan, namun berperan dalam meningkatkan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan berkelanjutan.
“Yang belum lolos, kami latih lagi. Itu yang membuat kami yakin target zero pengangguran bisa tercapai,” sebutnya.
Selain itu, sejumlah program juga mulai menunjukkan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja, salah satunya program Makan Bergizi Gratis yang telah melibatkan 19 unit kegiatan dan menyerap sekitar 570 tenaga kerja.
“Program MBG juga punya pengaruh besar. Selain menyerap tenaga kerja, dampaknya juga ke ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari strategi, salah satunya melalui aplikasi Teman Naker yang mempermudah akses informasi lowongan kerja bagi masyarakat.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkot Bontang berharap penyerapan tenaga kerja semakin optimal dan angka pengangguran dapat terus ditekan.
“Harapan kami tentu angka pengangguran di Bontang bisa terus ditekan, bahkan menuju zero pengangguran,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan