TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Pemkot Bontang Kebut Infrastruktur Air dan Pengendali Banjir, Bendungan hingga Polder Disiapkan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menggenjot pembangunan infrastruktur yang berfokus pada pengendalian banjir sekaligus penyediaan air baku bagi masyarakat.(dok:tekape)

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menggenjot pembangunan infrastruktur yang berfokus pada pengendalian banjir sekaligus penyediaan air baku bagi masyarakat.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa salah satu proyek strategis yang telah rampung adalah bendungan Sungai Bontang. Infrastruktur tersebut akan dimanfaatkan sebagai sumber utama air baku bagi kota.

“Pada 2025 kami telah menyelesaikan bendungan Sungai Bontang yang menjadi sumber air baku. Air tersebut nantinya akan disalurkan melalui Water Treatment Plant unit di Kanaan,” ujar Neni Jumat, 27 Maret 2026.

Selain bendungan, Pemkot juga tengah menyiapkan pembangunan polder di kawasan Tanjung Laut. Fasilitas ini dirancang untuk mengurangi risiko banjir yang selama ini kerap terjadi di sejumlah wilayah.

“Polder di Tanjung Laut ini kami siapkan untuk membantu mengurai banjir sekaligus menjadi sumber air baku,” jelasnya.

Upaya lain yang dilakukan adalah peningkatan sistem drainase di beberapa kawasan permukiman yang rawan genangan, seperti Kelurahan Guntung dan Api-Api.

Neni menjelaskan, persoalan banjir di Bontang tidak semata dipicu oleh curah hujan setempat, tetapi juga akibat aliran air dari daerah hulu yang masuk ke wilayah kota.

“Walau kita sadari banjir di Kota Bontang merupakan banjir kiriman dari hulu. Secara geografis struktur kota ini memang cekung seperti cawan,” katanya.

Di luar sektor infrastruktur air, Pemkot Bontang juga menyiapkan pengembangan kawasan pesisir Tanjung Limau sebagai destinasi wisata baru. Kawasan tersebut akan dilengkapi dengan daya tarik berupa jembatan ulin.

“Insyaallah kawasan Tanjung Limau dengan keindahan jembatan ulin akan segera kita resmikan bersama-sama,” ujarnya.

Meski menghadapi tekanan fiskal, pemerintah kota tetap mempertahankan komitmen pada sektor pendidikan. Alokasi anggaran pendidikan tetap dijaga sekitar 20 persen, termasuk program bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa.

“Untuk anak-anak TK sampai SMP kami berikan baju, tas, dan buku secara gratis,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini