Neni Dorong Optimalisasi CCTV di Pulau Beras Basah untuk Tingkatkan Pengawasan Wisata
Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, meminta Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) memaksimalkan penggunaan kamera pengawas (CCTV) di kawasan wisata Pulau Beras Basah.
Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas wisatawan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di salah satu destinasi andalan Kota Bontang tersebut.
Permintaan tersebut muncul setelah adanya perhatian terhadap persoalan sampah yang masih ditemukan di kawasan pulau. Berdasarkan laporan yang diterima pemerintah, masih ada pengunjung yang tidak mematuhi imbauan untuk membawa kembali sampah mereka ke daratan.
Neni menilai, keberadaan CCTV dapat menjadi alat pengawasan yang efektif untuk memantau perilaku wisatawan secara langsung. Selain itu, rekaman yang dihasilkan juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan evaluasi dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.
“Keberadaan CCTV penting untuk memantau aktivitas di sana, termasuk memastikan wisatawan mematuhi aturan yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Kamis, 26 Maret 2026.
Ia menegaskan, apabila dalam rekaman ditemukan pelanggaran, pemerintah membuka kemungkinan untuk memberikan sanksi sosial sebagai bentuk efek jera.
“Kita perlu tampilkan orang-orang yang tidak bisa menjaga lingkungan. Padahal sudah difasilitasi,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai fasilitas penunjang kebersihan sebenarnya telah disediakan di lokasi, termasuk papan imbauan agar pengunjung tidak meninggalkan sampah. Namun, kesadaran sebagian wisatawan dinilai masih perlu ditingkatkan.
Sementara itu, Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyampaikan pihaknya akan segera menyampaikan hasil rekaman CCTV kepada wali kota sebagai bahan evaluasi pengelolaan destinasi wisata.
Ia juga menyebutkan bahwa ke depan pengelolaan sistem CCTV di sejumlah lokasi wisata direncanakan melibatkan pihak ketiga agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal.
“CCTV di Berbas Tengah dipantau dari TC Berbas, sedangkan di Beras Basah dilihat di lokasi juga. Dari kantor Dispopar terkendala jaringan yang belum stabil, sehingga belum terhubung langsung,” jelasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan