Angka Kemiskinan Bontang Turun Drastis, Pemkot Targetkan Lebih Rendah dari Standar Nasional
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang mencatat capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di kota ini mengalami penurunan yang cukup tajam.
Berdasarkan data terbaru, jumlah warga miskin yang sebelumnya mencapai sekitar 47 ribu jiwa kini berkurang menjadi sekitar 17 ribu jiwa. Penurunan ini disebut sebagai hasil dari berbagai program yang dijalankan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam menjalankan program penanggulangan kemiskinan.
“Dari sekitar 47 ribu jiwa pada 2022 hingga pertengahan 2025, sekarang turun menjadi sekitar 17 ribu,” jelasnya kepada wartawan saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Kamis, 26 Maret 2026.
Meski menunjukkan tren positif, ia menilai upaya pengurangan angka kemiskinan masih harus terus dilanjutkan. Saat ini, tingkat kemiskinan di Bontang berada di kisaran 9 hingga 10 persen, yang masih mengikuti standar nasional.
Namun demikian, menurut Agus Haris, sebagai kota industri dengan potensi ekonomi besar, Bontang seharusnya mampu mencatat angka kemiskinan yang lebih rendah.
“Standar nasional sekitar 10 persen. Tapi untuk kota industri dan kota kaya seperti Bontang, idealnya berada di kisaran 5 sampai 7 persen,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran sektor industri dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja bagi warga lokal.
Selain itu, Pemkot Bontang terus berupaya meningkatkan ketepatan sasaran program bantuan sosial dengan memperbaiki kualitas data kemiskinan. Pemutakhiran data dilakukan secara rutin bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS).
Sistem pendataan menggunakan metode desil, yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan dari desil 1 hingga desil 10. Kelompok desil 1 merupakan masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah, sementara desil 10 berada pada tingkat kesejahteraan tertinggi.
Dengan data yang semakin akurat, pemerintah berharap dapat merancang kebijakan yang lebih tepat guna dalam menekan angka kemiskinan.
“Target kami jelas, angka kemiskinan harus terus ditekan. Kota Bontang sebagai kota industri harus mampu memastikan kesejahteraan masyarakatnya semakin meningkat,” tutup Agus Haris. (Adv)

Tinggalkan Balasan