TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Antrean BBM Kian Panjang di Kutim, Warga Mulai Khawatir Kelangkaan

Aktivitas di sejumlah SPBU di Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir terlihat lebih padat dari biasanya. Antrean kendaraan mengular seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). (dok: ist)

Kutai Timur — Aktivitas di sejumlah SPBU di Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa hari terakhir terlihat lebih padat dari biasanya. Antrean kendaraan mengular seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).

Sejumlah masyarakat memilih mengisi BBM lebih awal, bahkan dengan volume lebih banyak dari kebiasaan, sebagai langkah antisipasi jika terjadi kelangkaan. Kondisi ini pun berdampak pada aktivitas harian, terutama bagi pengguna kendaraan yang harus menghabiskan waktu lebih lama di antrean.

Para sopir angkutan dan nelayan menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya. Mereka mengaku khawatir jika distribusi BBM terganggu, karena akan berpengaruh langsung pada pekerjaan dan penghasilan.

Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian memastikan pengawasan distribusi BBM, khususnya subsidi, terus diperketat. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penyimpangan seperti penimbunan maupun pembelian berulang yang tidak sesuai aturan.

Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing kepanikan yang justru dapat memperburuk kondisi distribusi di lapangan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau penyaluran BBM agar tetap berjalan lancar dan merata. Selain itu, pengawasan juga difokuskan pada operasional SPBU guna memastikan pelayanan sesuai ketentuan, termasuk penggunaan sistem barcode untuk BBM subsidi.

Polisi juga menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk pelanggaran, baik penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Berbagai upaya preventif telah dilakukan, mulai dari patroli rutin di SPBU hingga sosialisasi kepada masyarakat dan pelaku usaha. Aparat juga mengajak warga untuk turut berperan aktif dengan melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan di lapangan.

Dengan meningkatnya antrean di sejumlah titik, masyarakat diimbau tetap bijak dalam membeli BBM agar distribusi tetap terkendali dan kebutuhan semua pihak dapat terpenuhi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini