oleh

Dinilai Kurang Serius, DPRD Kaltim Soroti Kinerja Pemerintah dalam Pengembangan Pariwisata Benua Etam

TEKAPEKALTIM — Punya letak georafis yang strategis, Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai kaya akan potensi pengembangan industri pariwisata yang menjanjikan.

Namun sayangnya, Pemerintah Provinsi Kaltim dianggap tidak benar-benar serius dalam mengelola sektor parawisata.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi III Anggota DPRD Kaltim, Syafruddin, saat ditemui dalam ruangan Fraksi PKB, Rabu, (1/11).

Pernyataan itu dibuktikan Syafruddin dengan menyebut fakta adanya banyak jembatan, jalan, dan infrastruktur penunjang lainnya yang tidak dibangun dengan layak untuk mendukung parawisata di Benua Etam ini.

Ketua Fraksi PKB itu mengatakan, Pemerintah Provinsi Kaltim kurang melihat peluang untuk membangun sektor parawisata sebagai alternatif pendapatan daerah.

“Nggak ada keseriusan, nggak ada kesungguhan dari Pemerintah Provinsi. Lima tahun kepemimpinan Isran Noor-Hadi Mulyadi, nggak ada yang memberikan perhatian khusus ke parawisata,” ungkapnya.

Syafruddin juga mengungkapkan, saat ini pemerintah berusaha untuk mewujudkan Energi Baru Terbarukan (EBT), dan meninggalkan penggunaan energi fosil. Olehnya, Ia menekankan pemerintah mesti memikirkan sektor lain yang menjadi alternatif dalam masa transisi penggunaan energi.

“Semangat untuk mewujudkan energi terbarukan, perlu ada pengembangan sektor pariwisata yang menjadi alternatif. Misalnya, jika habis batu bara, habis minyak, semua sumber alternatifnya, ya parawisata,” tukas Syafruddin.

Dia sangat yakin, dengan perhatian khusus, potensi industri pariwisata yang sangat menjanjikan di Benua Etam akan menumbuhkan perekonomian.

“Parawisata menjadi salah satu sumber pendapatan yang sangat potensial, tapi (itu jika) sepanjang dikelola serta dibangun secara serius dan sungguh-sungguh,” katanya meyakinkan.

Saat ditanyai soal anggaran pembangunan sektor parawisata, Anggota Badan Anggaran DPRD Kaltim itu membeberkan nilai anggaran yang cukup memadai untuk pembangunan sektor pariwisata.

“Tidak lebih dari 50 miliar, paling sedikit 15 miliar. Namun sejauh ini paling banyak 20 miliar, atau lebih jelasnya tanyakan di Dinas Pariwisata,” seru Syafruddin.

Dengan besaran anggaran fantastis itu, dia menegaskan, “Perlu kesungguhan, keseriusan, dan kesiapan dari Pemerintah Provinsi untuk menyiapkan industri pariwisata sebagai sumber-sumber pendapatan alternatif.”

Tak lupa dia melayangkan harap agar ke depannya pemerintah lebih memperhatikan pembangunan di sektor pariwisata Kaltim, sehingga industri ini mampu menjadi salah satu pendapatan daerah yang tetap.

“Jadi perlu ditekan untuk membangun infrastruktur bahwa pemerintah ke depan harus serius dan sungguh-sungguh untuk membangun sektor parawisata sebagai sumber pendapatan asli daerah,” harapnya. (Adv)

Komentar