“Kasihan Gubernurnya!” Kursi Pijat Rp125 Juta ala Rudy Mas’ud Bikin Publik Geram
Samarinda – Pernyataan Rudy Mas’ud soal pengadaan kursi pijat Rp125 juta langsung meledak di publik. Alih-alih meredam polemik, ucapannya justru memicu gelombang kritik baru.
“Soal kursi pijat itu memang ada. Mungkin kasihan melihat gubernurnya,” katanya santai dalam konferensi pers, Kamis (23/4/2026).
Kalimat “kasihan gubernur” sontak viral dan jadi bahan perdebatan panas. Banyak yang menilai pernyataan itu tidak peka, apalagi di tengah kondisi masyarakat yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Rudy berdalih, kursi pijat itu bukan kemewahan. Ia menyebut aktivitasnya sebagai gubernur sangat menguras tenaga—bahkan mengaku sering menyetir sendiri menempuh perjalanan hingga ribuan kilometer lintas daerah di Kalimantan Timur.
“Berangkat sebelum matahari terbit, pulang bisa sudah gelap. Saya juga sering nyetir sendiri,” ujarnya.
Namun publik tampaknya belum puas. Di media sosial, kritik bermunculan, mempertanyakan: benarkah kursi pijat Rp125 juta adalah kebutuhan mendesak?
Sebagian warganet menyebut kebijakan ini sebagai bentuk “kemewahan yang dibungkus alasan kesehatan”. Tak sedikit pula yang menyinggung soal prioritas anggaran di tengah kebutuhan dasar masyarakat yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Meski dihujani kritik, Rudy tetap bertahan. Ia memastikan pengadaan kursi pijat tersebut sudah melalui proses anggaran yang sah dan bisa dipertanggung jawabkan.(*)

Tinggalkan Balasan