Kutim Wajibkan Perusahaan Kelola Sampah Mandiri, DLH: Jangan Bebani TPA
Kutim – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan kewajiban perusahaan, khususnya di sektor kelapa sawit, untuk mengelola sampah secara mandiri di area operasional masing-masing.
Kebijakan ini diambil sebagai respons atas keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemerintah daerah yang semakin terbebani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Aji Wijaya Effendi, menyampaikan bahwa perusahaan tidak lagi diperkenankan bergantung pada fasilitas publik dalam menangani limbah operasionalnya. Menurutnya, kemandirian dalam pengelolaan sampah kini menjadi tuntutan utama.
“Prinsipnya, jangan sampai sampah keluar dari area perusahaan. Kapasitas TPA kita terbatas,” tegas Aji.
Ia menjelaskan, perubahan kebijakan ini juga dipengaruhi oleh penyesuaian regulasi lingkungan pasca diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja, yang mengubah pembagian kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sejak 2022.
Meski sebagian kewenangan perizinan kini berada di tingkat lebih tinggi, pemerintah kabupaten tetap memiliki peran penting dalam pengawasan lingkungan. Hal ini menuntut daerah untuk lebih adaptif dalam memastikan kepatuhan perusahaan.
DLH Kutim juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara menyeluruh, baik limbah domestik maupun operasional di kawasan industri. Perusahaan diminta menerapkan prinsip 3R (reduce, reuse, recycle) dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi tekanan terhadap TPA sekaligus mendorong terciptanya budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Selain sektor industri, pemerintah daerah berencana memperluas edukasi hingga ke tingkat kecamatan dan pasar tradisional guna meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi sampah.
Tak hanya itu, perusahaan juga didorong untuk lebih transparan dalam menyampaikan komitmen lingkungan kepada publik, termasuk melalui pemanfaatan media digital.
“Tanggung jawab lingkungan tidak hanya dilakukan, tetapi juga harus dikomunikasikan secara terbuka,” pungkas Aji. (*)

Tinggalkan Balasan