oleh

Wajib Berkunjung..!!! Ini Dia Destinasi Wisata Religi di Kota Tepian

TEKAPEKALTIM — Berwisata religi bisa jadi salah satu pilihan saat sedang berlibur ke Kota Samarinda di Kalimantan Timur (Kaltim).

Selain Masjid dengan desain yang tampak begitu unik, kota ini juga memiliki Gereja dan Vihara yang megah dan bersejarah.

Namun, tahukah kamu, adanya ragam tempat ibadah menjadi tanda bahwa Kota Samarinda merupakan salah satu kota yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antara umat beragama…?

Berikut ini hasil penelusuran Tekapekaltim terkait objek wisata religi yang patut Anda kunjungi bersama sahabat dan keluarga.

  1. Masjid Islamic Center

Bangunan yang bertempat di Jalan Masjid Islamic Center, Teluk Lerong Ulu, Kota Samarinda ini acapkali diberi julukan sebagai masjid termegah dan terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal.

Adapun lokasi Masjid Islamic Center ini sebelumnya merupakan lahan bekas area penggergajian kayu milik PT Inhutani I yang kemudian dihibahkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Masjid ini memiliki latar tepian Sungai Mahakam dengan menara dan kubah besar. Berdiri kokoh dan menjadi kebanggaan masyarakat setempat.

Nyatanya Masjid Islamic Center Samarinda tak hanya dijadikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban dan wisata religi.

Diketahui, Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 120.000 meter persegi. Luas bangunan utamanya mencapai 43.500 meter persegi dan luas bangunan penunjangnya 7.115 meter persegi. Masjid ini mampu menampung sekitar 45,000 jemaah.

  1. Masjid Muhammad Cheng Hoo

Masjid Muhammad Cheng Hoo, atau dikenal juga sebagai Masjid Cheng Ho, memiliki bangunan yang unik.

Lokasinya ada di Jalan Ruhui Rahayu 1 Nomor 1 Gunung Kelua, Samarinda Ulu, Samarinda.

Bangunan Masjid Cheng Ho memiliki pemaduan budaya asal China dan Arab.

Masjid ini didominasi warna merah, hijau, dan kuning, ornamennya kental nuansa China lama dan pintu masuknya menyerupai pagoda.

Ada relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda.

Dibangunnya tempat ibadah ini merupakan bentuk penghormatan kepada Laksamana Muhammad Sulaiman Cheng Ho asal China yang beragama Islam.

  1. Gereja Paroki Katedral Santa Maria

Penolong Abadi Gereja Paroki Katedral Santa Maria adalah gereja lama yang direnovasi.

Dulunya Gereja Katedral lama dibangun sebagai Gereja Paroki Samarinda pada tahun 1953, kemudian dijadikan sebagai Gereja Katedral saat Keuskupan dibentuk pada 3 Januari 1961.

Sebelum direnovasi, gereja ini hanya berkapasitas 800 orang, namun setelah direnovasi kapasitasnya meningkat menjadi 4.000 orang.

Gereja ini juga tampak megah dengan tinggi 45 meter dari lantai dasar. Ciri khas bangunan juga tampak pada dua menara tinggi menjulang yang mengapit bentang tengah gereja.

Berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Samarinda, tempat ibadah ini memiliki desain bernuansa gotik, kontemporer, dan inkulturatif.

Adapun gotik dikenal sebagai salah satu arsitektur klasik Gereja Katolik pada paruh kedua abad pertengahan, sedangkan inkulturatif mewakili budaya khas Benua Etam.

  1. Masjid Shiratal Mustaqiem

Masjid Shiratal Mustaqiem adalah masjid tertua di Kota Samarinda. Masjid ini berada di Kecamatan Samarinda Seberang.

Dibangun pada tahun 1881, Masjid Shiratal Mustaqiem pernah jadi pemenang kedua dalam festival masjid-masjid bersejarah di Indonesia pada tahun 2003.

Setelah bangunan masjid rampung pada tahun 1901, seorang saudagar kaya berkebangsaan Belanda, Henry Dasen, memberikan sejumlah hartanya untuk pembangunan menara masjid.

Menara itu berbentuk segi delapan dengan tinggi 21 meter. Lokasinya tepat di belakang kiblat masjid.

  1. Maha Vihara

Bangunan dengan interior terbagus se-Asia Tenggara, adalah Maha Vihara Sejahtera Maitreya.

Sugandha, salah seorang pihak sekretariat Maha Vihara Sejahtera Maitreya mengatakan vihara ini adalah Buddhis Centre di Kalimantan Timur.

Dengan luas lahan 1,3 hektare di Jalan D.I. Panjaitan satu jalur menuju Kota Bontang dan Bandara APT Pranoto. Adapun luas bangunan ini ada 5 lantai seluas 15.300 hektare.

  1. Masjid Raya Darussalam

Masjid Raya Darussalam berada di tepi Sungai Mahakam dan konon sudah dibangun pada tahun 1925, Lokasinya ada di Jalan K.H. Abdullah Marisie, Pasar Pagi, Samarinda.

Masjid ini memiliki luas tanah 8.000 meter persegi dan luas bangunan 10.000 meter persegi.

Masjid Raya Darussalam berada di atas tanah yang berstatus wakaf. Jumlah jemaahnya lebih dari 200 orang, dengan muazin sebanyak 52 orang.

Bagi kalian yang bertandang ke Kota Tepian, jangan ragu berkunjung ke tempat ini yaa. (agu/adv/dispar)

Komentar