oleh

Wakil Ketua DPRD Balikpapan Soroti PAD yang tidak Maksimal

TEKAPEKALTIM.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan menyoroti isu permintaan penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Balikpapan tahun 2023 oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tertentu di Pemkot Balikpapan dari Rp 1,028 triliun jadi Rp 870 lebih miliar.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan menyatakan, capaian target PAD Balikpapan tahun 2023 sampai saat ini belum ada karena argumentasinya (OPD, red) selalu menyampaikan bahwa target tersebut belum maksimal.

“Karena kan yang selalu jadi barometernya itu dari Dispenda. Dispenda ini adalah sebagai kolektornya, mengkolektifkan semua dari OPD-OPD di Pemkot Balikpapan,” ucap Sabaruddin Panrecalle saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Balikpapan.

Menurutnya, ada beberapa PAD yang sangat potensial. Akan tetapi belum digarap maksimal dari tahun ke tahun, di antaranya adalah sarang burung walet.

Sabaruddin kemudian menyatakan bahwa dari enam kecamatan di 34 kelurahan, hampir rata-rata ada sarang burung waletnya.

Dan ini, kata dia, yang belum tergali secara maksimal. Sebab kontrolnya ada di OPD terkait, tidak sistematis dan tidak ada potensi yang mampu meningkatkan PAD dari sektor tersebut.

“Kemudian, ada sektor-sektor lain yang berpotensi di antaranya adalah pajak hiburan. Ini pajak hiburan banyak lose-nya kita, karena itu kontrolnya yang tidak sistemik. Itu yang kita harapkan. Makanya kita gali potensi-potensi itu,” tegas Sabaruddin, dikutip dari kaltimtoday, Selasa (22/8).

Apabila potensinta digarap maksimal, dirinya yakin target PAD Balikpapan mampu mencapai kurang lebih sekitar Rp 1,028 triliun seperti yang disepakati pada rapat paripurna lalu.

Memang, tandas Sabaruddin, terjadi debatibel kepada Pemkot bahwa mereka (OPD, red) itu tidak sanggup lantaran persentase tidak menyakinkan kepada DPRD Balikpapan, mana saja yang tidak bisa disanggupi.

“Saya pikir ini kan potensi untuk kita gali informasi tersebut. Artinya, mereka belum pasti minta pengajuan penurunan target PAD tersebut. Belum, belum ada. Waktu kita rapat pembahasan, kepada teman-teman OPD dalam pembahasan anggaran, mereka sudah mengutarakan itu,” terangnya.

“Mereka sudah menyampaikan kalau kita ditarget Rp 1 koma sekian triliun, mereka merasa keberatan. Sebenarnya mereka sudah tahu angka-angka itu. Ini dari tahun ke tahun,” imbuhnya.

Dia pun meyakini, jangankan angka Rp1,3 triliun yang ditargetkan, lebih dari itu Sabaruddin memastikan capaian tersebut bisa terpenuhi bila ada keseriusan untuk menggali PAD tersebut.

Politisi Partai Gerindra itu bahkan memberi gambaran target mana saja yang nantinya bisa memenuhi capaian PAD tersebut, di antaranya pajak sarang burung walet, pajak hiburan, serta lainnya.

“Banyak potensi pajak daerah yang bisa digali maksimal. Itu saya bilang, kalau kita mau serius untuk mengawasi itu semua, memang tersentralistik ada di Dispenda, pajak hiburan, pajak hotel, pajak restoran,” ungkap Koordinator Komisi II DPRD Balikpapan ini. (*)

Komentar