Wawali Bontang Minta Warga Tetap Tenang, Pembelian BBM Diminta Sesuai Kebutuhan
Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengingatkan masyarakat agar tidak terpancing isu terkait keterbatasan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang belakangan beredar.
Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, meskipun muncul kabar bahwa stok BBM nasional hanya mencukupi untuk 20 hingga 23 hari ke depan.
Menurut Agus, kekhawatiran warga tidak lepas dari meningkatnya tensi konflik internasional yang berpotensi berdampak pada pasokan energi global.
Namun demikian, kondisi tersebut belum tentu berdampak langsung pada ketersediaan BBM di daerah.
“Jika konflik berlangsung lebih dari satu bulan tentu ada potensi dampak seperti kenaikan harga, tetapi itu bukan berarti masyarakat harus panik,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.
Ia menilai, pembelian BBM dalam jumlah berlebih justru dapat memicu kelangkaan semu di tengah masyarakat. Oleh karena itu, warga diminta tetap bijak dalam berbelanja dan hanya membeli sesuai kebutuhan.
Selain itu, Agus juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas dampaknya terhadap kondisi di daerah.
Ia berharap situasi geopolitik global dapat segera membaik sehingga tidak memengaruhi stabilitas energi di dalam negeri.
Pemerintah pusat, lanjutnya, terus melakukan langkah diplomasi guna mendorong terciptanya perdamaian.
“Kita harap upaya pemerintah dalam diplomasi perdamaian bisa membawa hasil,” katanya.
Untuk kondisi di Bontang sendiri, Agus memastikan pasokan BBM masih aman dan terkendali. Ia juga menyebut daya beli masyarakat tetap stabil, sehingga tidak ada urgensi untuk melakukan pembelian dalam jumlah besar.
“Kalau melihat kondisi di Bontang, stok BBM masih aman dan daya beli masyarakat juga relatif stabil. Jadi tidak perlu terlalu khawatir,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan