Antisipasi Kekurangan Guru, Pemkot Bontang Rencanakan Rekrutmen 127 Tenaga Pendidik
Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai bersiap menghadapi potensi krisis tenaga pengajar seiring banyaknya guru yang akan memasuki masa pensiun pada tahun ini. Untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar, langkah rekrutmen guru baru pun tengah disiapkan.
Pemkot Bontang memperkirakan kebutuhan awal mencapai sekitar 127 guru dan tenaga kependidikan guna mengisi kekosongan yang ditinggalkan para guru yang purna tugas.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa proses perekrutan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Rekrutmen akan segera kami lakukan. Nantinya ada tambahan dana Bosda untuk menggaji guru-guru tersebut,” ujarnya, Rabu, 8 April 2026.
Ia menjelaskan, sumber gaji bagi tenaga pengajar baru tersebut akan berasal dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda).
Untuk besaran upah, pemerintah berencana menyamakannya dengan Upah Minimum Kota (UMK) Bontang, yakni sekitar Rp3,7 juta per bulan.
Di sisi lain, pemerintah masih melakukan perhitungan detail terkait kebutuhan anggaran. Sebab, penambahan tenaga pengajar akan berdampak pada peningkatan alokasi dana Bosda.
“Sekarang Bosda sekitar Rp900 ribu per siswa. Ke depan akan kami naikkan menjadi Rp1 juta karena ada tambahan kebutuhan untuk membiayai tenaga pengajar,” jelasnya.
Neni juga mengakui bahwa kebijakan ini akan berpengaruh pada struktur anggaran daerah secara keseluruhan. Beberapa program lain kemungkinan harus disesuaikan demi memastikan sektor pendidikan tetap menjadi prioritas.
“Pasti harus ada yang dipangkas. Apalagi sekarang sudah banyak anggaran yang harus disesuaikan,” katanya.
Salah satu program yang berpotensi terdampak adalah alokasi pembangunan lingkungan di tingkat RT, karena sebagian anggaran akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa proses seleksi nantinya akan dilakukan secara terbuka.
Ia juga menyebutkan bahwa masyarakat Bontang akan diprioritaskan selama memenuhi kualifikasi yang ditetapkan.
“Nanti akan ada rekrutmen. Tunggu saja, karena prosesnya akan dibuka secara umum,” pungkasnya.
Saat ini, Dinas Pendidikan masih menyiapkan berbagai aspek teknis, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga persyaratan bagi calon pelamar, sekaligus memastikan kesiapan anggaran untuk mendukung kebijakan tersebut.(Adv)

Tinggalkan Balasan