TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

APBD Menyusut, Pemkot Bontang Tetap Utamakan Program Kesejahteraan Warga

Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan program sosial bagi masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara signifikan.(dok: tekape)

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang memastikan program sosial bagi masyarakat tetap berjalan meskipun terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara signifikan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini mengalami penurunan dari sebelumnya sekitar Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun.

Kendati demikian, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program prioritas yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan perhatian lebih.

“Meskipun anggaran menurun, saya pastikan program-program strategis tetap berjalan. Bahkan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus kita lakukan melalui berbagai skema bantuan,” ujarnya, Senin, 30 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejumlah program bantuan sosial tetap disalurkan, termasuk santunan bagi anak penyandang disabilitas. Saat ini, hampir 500 anak disabilitas di Bontang menerima bantuan sebesar Rp300 ribu setiap bulan.

Selain itu, bantuan serupa juga diberikan kepada warga lanjut usia (lansia) dengan nominal Rp300 ribu per bulan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok tersebut.

Di sektor kesehatan, Pemkot Bontang turut meningkatkan insentif bagi kader posyandu. Jika sebelumnya relatif kecil, kini para kader menerima insentif sebesar Rp1 juta per bulan sebagai penghargaan atas kontribusi mereka dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, di bidang pendidikan, pemerintah daerah memberikan bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama. Bantuan tersebut mencakup seragam, sepatu, tas, hingga buku pelajaran.

Program bantuan pendidikan ini diberikan secara merata tanpa membedakan jenjang kelas, sehingga seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya. Selain itu, insentif bagi guru swasta di Kota Bontang juga mengalami peningkatan.

Neni menegaskan, berbagai program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah kondisi anggaran yang terbatas.

“Yang terpenting masyarakat tetap merasakan kehadiran pemerintah melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan mereka,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini