TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Dispopar Bontang Dorong Legalitas Pelaku Wisata untuk Perkuat Sektor Pariwisata

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi. (dok: tekape)

Bontang – Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang mulai melakukan penataan sektor pariwisata dengan mendorong legalitas para pelaku usaha wisata, terutama pemandu wisata atau tour guide.

Langkah ini dilakukan guna menciptakan pengelolaan pariwisata yang lebih profesional sekaligus meningkatkan kontribusi sektor tersebut terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan masih ada sejumlah pelaku usaha wisata di Bontang yang belum memiliki izin resmi. Menurutnya, legalitas usaha menjadi bagian penting dalam pendataan serta pengembangan sektor wisata daerah.

“Izin usaha ini penting karena menjadi dasar pendataan pelaku usaha yang aktif. Kami mendorong tour guide maupun pelaku usaha wisata lainnya segera mengurus legalitas melalui DPMPTSP,” ujarnya, Jumat, 8 Mei 2026.

Ia menjelaskan, kepemilikan izin usaha tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan dan kepastian usaha di bidang pariwisata.

Dengan usaha yang memiliki legalitas resmi, pemerintah dinilai akan lebih mudah melakukan pembinaan, pelatihan, hingga pemetaan potensi ekonomi wisata di Kota Bontang.

Selain itu, penguatan legalitas diyakini dapat meningkatkan kontribusi sektor wisata terhadap daerah melalui retribusi maupun pengembangan usaha yang lebih terarah.

“Melalui usaha yang resmi dan terdata, pemerintah juga bisa melihat sejauh mana kontribusinya terhadap sektor pariwisata dan pendapatan daerah,” katanya.

Menurut Eko, legalitas usaha juga memberikan keuntungan langsung bagi pelaku wisata. Pelaku usaha yang telah mengantongi izin resmi disebut memiliki peluang lebih besar dalam mengakses bantuan pembiayaan maupun program pengembangan kapasitas dari pemerintah.

“Kalau sudah punya izin, mereka bisa lebih mudah mengajukan kredit usaha, mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi, dan tentu usaha mereka juga lebih jelas secara administrasi,” jelas Eko.

Kota Bontang sendiri memiliki sejumlah destinasi unggulan yang menjadi daya tarik wisatawan, di antaranya kawasan wisata mangrove, Pulau Beras Basah, hingga Kampung Wisata Bontang Kuala.

Dispopar menilai potensi wisata tersebut harus dibarengi dengan kesiapan sumber daya manusia yang profesional agar sektor pariwisata tidak hanya berkembang dari sisi jumlah kunjungan, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi lebih luas bagi masyarakat.

“Harapannya pariwisata kita bukan hanya ramai dikunjungi, tetapi juga tertata dengan baik karena pelaku usahanya profesional dan memiliki legalitas yang jelas,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini