Vendor Lokal Tutup Akses Proyek Bendungan Sepaku-Semoi, Tuntut Pembayaran Tertunda
Penajam Paser Utara — Sejumlah vendor lokal melakukan aksi penutupan akses menuju proyek Bendungan Sepaku-Semoi di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Tindakan itu dilakukan sebagai bentuk protes atas pembayaran pekerjaan yang disebut belum diselesaikan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Aksi berlangsung dengan menempatkan sejumlah dump truck di jalur utama masuk proyek bendungan. Para vendor juga memasang spanduk berisi tuntutan agar perusahaan segera melunasi kewajiban pembayaran yang disebut tertunda selama beberapa tahun terakhir.
Salah satu vendor, Rinif Ade Saputra dari PT Borneo Rent Nusantara Balikpapan, menyebut perusahaan miliknya memiliki tagihan lebih dari Rp1,4 miliar yang berasal dari jasa penyewaan kendaraan dan dukungan operasional proyek.
“Kami sudah berulang kali meminta penyelesaian, termasuk mendatangi kantor pusat di Jakarta sambil membawa seluruh dokumen tagihan. Namun hingga sekarang belum ada kepastian pembayaran,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Menurut Rinif, aksi serupa sebelumnya juga pernah dilakukan pada awal 2026. Saat itu pihak perusahaan meminta tambahan waktu untuk menyelesaikan pembayaran kepada para vendor.
Karena belum ada realisasi, para vendor kembali melakukan aksi dengan memblokade akses proyek menggunakan kendaraan berat sebagai bentuk tekanan agar persoalan segera dituntaskan.
Vendor lainnya, Sonny selaku Direktur PT Lio Pelindo Perkasa Balikpapan, mengaku tagihan perusahaannya mencapai lebih dari Rp8 miliar terkait penyewaan alat berat di proyek tersebut.
“Kami hanya ingin hak kami dipenuhi. Kalau belum juga ada penyelesaian, kami akan melanjutkan aksi ke kantor pusat perusahaan di Jakarta,” katanya.
Selain penyedia alat berat, pemasok material bangunan lokal juga mengaku mengalami tunggakan pembayaran. Rolli Bestobir, pengusaha asal Sepaku, menyebut tagihan material senilai Rp144 juta belum dibayarkan sejak akhir 2023.
Ia mengatakan mediasi antara vendor dan pihak perusahaan sebelumnya telah difasilitasi Otorita IKN. Dalam pertemuan tersebut disebut telah ada kesepakatan pembayaran yang dituangkan dalam berita acara.
“Kesepakatan sudah dibuat, tetapi sampai sekarang belum ada pembayaran,” ucapnya.
Vendor lain, Jufriansyah, juga menyampaikan keluhan serupa. Ia menilai para pelaku usaha lokal terus menerima janji pembayaran tanpa kepastian waktu pelunasan.
Para vendor berharap PT Brantas Abipraya segera menyelesaikan seluruh kewajiban pembayaran agar aktivitas proyek Bendungan Sepaku-Semoi kembali berjalan normal dan hubungan kerja sama dengan pelaku usaha daerah tetap terjaga.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Brantas Abipraya belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan para vendor.

Tinggalkan Balasan