Festival Kampung Bawis Dorong Inovasi Kuliner Khas Pesisir Bontang
Bontang – Festival Nelayan Kampung Bawis yang berlangsung di kawasan Berbas Pantai dimanfaatkan sebagai ruang pengembangan ekonomi kreatif masyarakat berbasis potensi lokal pesisir.
Dalam kegiatan tersebut, warga menghadirkan berbagai kreasi olahan ikan bawis yang selama ini dikenal sebagai salah satu hasil laut khas Kota Bontang.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Bontang, Doddy Rosdian, mengatakan festival itu digelar untuk mendorong lahirnya inovasi baru dari masyarakat dengan memadukan budaya lokal dan potensi hasil laut daerah.
“Kegiatan ini fokus pada pengembangan ekonomi kreatif dengan menyandingkan budaya masyarakat dan potensi lokal yang ada. Harapannya muncul kreativitas baru dari olahan ikan bawis,” ujarnya, Minggu, 10 Mei 2026.
Ia menjelaskan, ikan bawis dipilih sebagai tema utama festival karena dinilai memiliki ciri khas tersendiri dan berpotensi menjadi identitas kuliner Bontang.
Pada lomba kreasi kuliner yang menjadi agenda utama festival, sebanyak 16 kelompok masyarakat ikut berpartisipasi dengan menghadirkan menu olahan yang berbeda-beda.
Beragam inovasi masakan ditampilkan peserta, mulai dari pepes bawis, bawis sambal matah, bawis kuah kemangi, bawis lodho, bola-bola bawis, hingga olahan bawis goreng kering yang dikenal masyarakat dengan sebutan “bawis terbang”.
Selain kompetisi kuliner, festival juga diisi sejumlah kegiatan hiburan dan budaya masyarakat pesisir seperti balap ketinting dan lomba karaoke yang melibatkan warga Kampung Bawis Berbas Pantai.
Menurut Doddy, kegiatan tersebut diharapkan dapat melahirkan produk kuliner baru yang memiliki nilai jual dan dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah.
“Kalau nanti ada olahan yang benar-benar khas dan punya ciri tersendiri, tentu akan kami dorong untuk terus dikembangkan supaya bisa menjadi produk unggulan daerah,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan