Fokus Bangun Kualitas Warga, Pemkot Bontang Genjot Program Pendidikan dan Keagamaan
BONTANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui berbagai kebijakan yang menyentuh sektor pendidikan dan keagamaan.
Langkah ini diyakini mampu memperkuat kualitas masyarakat, baik dari sisi intelektual maupun moral.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap keberadaan rumah ibadah. Salah satunya melalui penyaluran bantuan hibah kepada masjid dan musala di berbagai wilayah.
Di antaranya, bantuan sebesar Rp50 juta disalurkan untuk Masjid Hibatullah di RT 32, Kelurahan Api-Api, serta pemberian 20 mushaf Al-Qur’an guna mendukung aktivitas keagamaan masyarakat.
Selain itu, Pemkot Bontang juga menganggarkan sekitar Rp24 miliar untuk memberikan insentif kepada para pegiat agama. Kebijakan ini dinilai penting dalam mendukung peran tokoh agama dalam membina kehidupan spiritual warga.
“Peran penggiat agama sangat penting dalam membangun karakter dan moral masyarakat. Karena itu pemerintah juga meningkatkan insentifnya,” ujar Neni, Sabtu, 28 Maret 2026.
Di bidang pendidikan, pemerintah daerah mengalokasikan lebih dari 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung sektor tersebut.
Dengan total APBD yang sempat mencapai sekitar Rp2 triliun, anggaran pendidikan diperkirakan menyentuh angka Rp400 miliar.
Anggaran tersebut difokuskan untuk memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran di Kota Bontang.
Sejumlah program pun dijalankan, termasuk pemberian seragam sekolah gratis bagi pelajar. Program ini diharapkan mampu meringankan beban orang tua serta memastikan seluruh anak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
Tak hanya itu, dukungan juga diberikan kepada mahasiswa melalui bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT). Pemkot Bontang bahkan menyiapkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk membantu mahasiswa yang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi.
Selain bantuan langsung kepada siswa dan mahasiswa, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) guna melengkapi dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.
Perhatian terhadap tenaga pendidik juga menjadi bagian dari kebijakan tersebut, dengan peningkatan insentif guru hingga Rp2 juta per bulan.
Neni menegaskan, seluruh program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menciptakan SDM yang unggul dan merata.
“Pemerintah ingin memastikan tidak ada anak-anak kita yang putus sekolah karena keterbatasan biaya. Pendidikan harus bisa diakses oleh semua,” ujarnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan