Pemkot Bontang Optimalkan Program BUNDA SANTUN untuk Percepat Penyaluran Santunan Kematian
Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus meningkatkan efektivitas bantuan sosial bagi masyarakat yang berduka melalui program Bantuan Untuk Duka dan Administrasi Santunan Kematian (BUNDA SANTUN).
Program ini difokuskan untuk mempercepat proses penyaluran bantuan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menuturkan bahwa skema tersebut disusun agar pemerintah dapat memberikan respons yang lebih sigap terhadap warga yang mengalami musibah kematian, khususnya bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.
“Sistem ini kita siapkan agar pemerintah bisa merespons lebih cepat ketika ada warga yang mengalami musibah kematian, khususnya bagi keluarga yang membutuhkan bantuan,” ujar Neni saat diwawancarai, Jumat, 27 Maret 2026.
Menurutnya, program BUNDA SANTUN telah dirancang terhubung dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) serta basis data kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Integrasi ini memungkinkan proses pembaruan data kematian dan status ekonomi warga dilakukan secara real-time.
Dengan sistem tersebut, pemerintah dapat memiliki data yang lebih valid sebagai dasar dalam penentuan kebijakan, termasuk dalam penyaluran bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.
Selain itu, Pemkot Bontang berencana mengembangkan sistem pelaporan yang saat ini masih menggunakan pesan menjadi aplikasi khusus. Pengembangan ini akan melibatkan Dinas Komunikasi dan Informatika guna mempermudah akses layanan bagi masyarakat.
Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa pada tahun 2025 terdapat 825 kasus kematian di Kota Bontang.
Dari jumlah itu, sebanyak 235 keluarga mengajukan santunan dengan total realisasi anggaran mencapai sekitar Rp705 juta, di mana masing-masing penerima memperoleh Rp3 juta.
Saat ini, pemerintah juga tengah melakukan kajian terkait kemungkinan peningkatan nilai santunan, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah.
Neni berharap, keberadaan program BUNDA SANTUN mampu menjadi bentuk perlindungan sosial yang nyata bagi masyarakat, terutama bagi warga kurang mampu yang sedang menghadapi masa sulit.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga miskin di Kota Bontang yang merasa sendirian ketika menghadapi duka. Pemerintah harus hadir memberikan dukungan,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan