Perkuat Kepedulian Warga, Neni Gaungkan Program Tengok Tetangga untuk Tekan Masalah Sosial
BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar melalui program “Tengok Tetangga”.
Inisiatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
Program tersebut dirancang untuk menekan sejumlah isu, mulai dari kemiskinan ekstrem, anak putus sekolah, hingga penyalahgunaan narkoba. Neni menegaskan, perhatian antarwarga menjadi kunci utama agar tidak ada masyarakat yang terabaikan.
“Jangan ada anak-anak kita yang putus sekolah. Saya berharap warga saling peduli melalui program Tengok Tetangga agar tidak ada yang mengalami kemiskinan ekstrem,” ujarnya saat ditemui di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Sabtu, 28 Maret 2026.
Ia menjelaskan, melalui program ini masyarakat didorong lebih tanggap terhadap kondisi di sekitarnya. Warga diharapkan aktif memberikan informasi kepada perangkat lingkungan jika menemukan tetangga yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, perhatian terhadap generasi muda juga menjadi sorotan, khususnya dalam mencegah penyalahgunaan narkoba. Neni menilai pendekatan yang dilakukan tidak selalu harus melalui jalur hukum, tetapi dapat mengedepankan upaya pemulihan.
“Kalau ada anak-anak kita yang terjerat narkoba, tidak selalu harus dipenjara. Yang penting bagaimana mereka bisa kita pulihkan dan kembali ke jalan yang benar. Di sinilah pentingnya kita saling mengingatkan melalui Tengok Tetangga,” jelasnya.
Program Tengok Tetangga sendiri merupakan gerakan sosial yang dikembangkan di Bontang untuk menumbuhkan empati antarwarga.
Fokusnya adalah membantu kelompok rentan seperti lansia, warga sakit, anak stunting, hingga keluarga yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.
Pelaksanaannya turut melibatkan perangkat lingkungan dan dukungan pemerintah kota. Bahkan, sistem digital juga dimanfaatkan guna mempermudah pelaporan serta penanganan berbagai persoalan sosial secara cepat dan tepat.
Dalam hal ini, peran Ketua RT disebut sangat vital sebagai garda terdepan dalam mendeteksi permasalahan di wilayahnya. Melalui laporan dari tingkat lingkungan, pemerintah dapat segera mengambil langkah intervensi yang diperlukan.
Lebih jauh, Neni mengingatkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas masyarakatnya.
“Suatu kota tidak hanya dilihat dari pembangunan infrastrukturnya saja. Yang paling penting adalah kualitas moral, akhlak, dan karakter masyarakatnya,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk menjadikan kepedulian sosial sebagai bagian dari budaya sehari-hari.
“Kalau kita saling peduli dengan tetangga kita, insyaallah berbagai persoalan sosial bisa kita cegah sejak awal,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan