Festival Kampung Bawis Jadi Ajang Kreativitas Kuliner dan Promosi Potensi Lokal Bontang
Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) menggelar Festival Nelayan Kampung Bawis di kawasan Berbas Pantai pada 9–11 Mei 2026.
Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat promosi potensi lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat pesisir.
Festival tersebut mengangkat ikan bawis sebagai ikon kuliner khas Bontang yang dinilai memiliki ciri khas tersendiri dibanding daerah lain di Kalimantan Timur.
Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, mengatakan kegiatan itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan inovasi olahan berbahan dasar ikan bawis agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Ikan bawis ini kan potensi lokal yang khas. Karena itu kami ingin masyarakat bisa lebih kreatif mengolahnya, tidak hanya menjadi gammi bawis saja,” ujarnya, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, festival tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pengembangan kreativitas di sektor kuliner lokal.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan menampilkan berbagai olahan baru berbahan ikan bawis melalui lomba kreasi masakan yang menjadi salah satu agenda utama festival.
“Bagaimana bawis ini bisa diolah menjadi produk lain, misalnya keripik, adonan makanan, atau kuliner baru lainnya. Itu yang ingin kami gali dari kreativitas masyarakat,” katanya.
Eko menilai pengembangan kuliner lokal memiliki peluang besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Bontang. Karena itu, potensi yang dimiliki masyarakat perlu terus diberikan ruang untuk berkembang.
Festival Kampung Bawis dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Selain lomba kuliner berbahan dasar ikan bawis, agenda festival juga diramaikan dengan lomba karaoke dan balap ketinting yang menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir.
“Setiap hari ada kegiatan berbeda. Jadi memang kami ingin festival ini melibatkan masyarakat secara langsung, terutama dalam mengembangkan kreativitas dari potensi lokal yang mereka miliki,” jelasnya.
Dispopar memastikan Festival Kampung Bawis akan terus dikembangkan sebagai agenda tahunan untuk mendukung promosi wisata dan ekonomi kreatif daerah.
“Ini bukan yang terakhir. Ke depan kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut supaya potensi lokal masyarakat bisa semakin berkembang,” pungkas Eko.(Adv)

Tinggalkan Balasan