TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Pemkot Bontang Perkuat Peran LPK, Wali Kota Tekankan Kualitas dan Adaptasi Digital

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (dok: tekape)

Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Ketenagakerjaan menggelar kegiatan pembinaan bagi Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta se-Kota Bontang. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Rabu (12/5/2026).

Acara ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang hadir bersama Kepala Dinas Ketenagakerjaan Asdar Ibrahim. Selain itu, kegiatan juga menghadirkan narasumber Rifyanto Bakri dari Himpunan Penyelenggara Kursus dan Pelatihan Indonesia (HISPPI).

Dalam arahannya, Neni menegaskan bahwa LPK memegang peranan penting dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Kota Bontang. Ia menekankan bahwa pelatihan yang diberikan harus berdampak nyata bagi peserta.

“Jangan sekadar pelatihan, tapi lakukan evaluasi. Mereka yang sudah mendapatkan pelatihan sekarang sudah bisa apa, buat testimoni. Buktikan bahwa pelatihan yang kita lakukan benar-benar berhasil,” ujar Neni.

Ia juga meminta para pengelola LPK memanfaatkan momentum pembinaan ini untuk meningkatkan kapasitas, mengingat materi yang diberikan berasal dari narasumber yang berpengalaman.

“LPK yang profesional akan menghasilkan lulusan yang kompeten, yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang,” katanya.

Selain fokus pada mutu pelatihan, Wali Kota juga menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media sosial dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai sumber pendapatan tambahan.

“Bikin media sosial, sekarang juga bisa menghasilkan uang, misalnya bergabung dengan affiliate (model bisnis berbasis komisi),” ucapnya.

Ia pun mendorong LPK agar lebih mandiri secara finansial dengan memanfaatkan peluang digital, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.

“Ini peluang ini, banyak kemajuan teknologi. Pakai TikTok, pakai semua media sosial ya. Kita bisa berperan beraktualisasi juga segala sektor,” tandasnya.

Diketahui, saat ini terdapat sekitar 61 LPK bersertifikasi yang aktif beroperasi di Kota Bontang dan menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan masyarakat.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini