Wali Kota Bontang Tekankan Pentingnya Audit Kearsipan dalam Penguatan Birokrasi
Bontang — Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bontang menggelar Sosialisasi dan Workshop Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) Tahun 2026 pada Selasa (12/05/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.
Acara tersebut turut dihadiri Kepala DPK Bontang Retno Febriaryanti, narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia yakni Afif Akhda Luqmana, serta para kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkot Bontang.
Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menegaskan bahwa pelaksanaan audit kearsipan memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem birokrasi yang profesional dan akuntabel.
Menurutnya, pengelolaan arsip yang baik menjadi fondasi penting dalam mendukung transparansi pemerintahan.
“Audit Sistem Kearsipan Internal (ASKI) merupakan proses penilaian independen dan objektif untuk menjamin bahwa seluruh perangkat daerah telah menjalankan tata kelola kearsipan sesuai dengan regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa hasil dari audit ASKI memiliki kontribusi besar terhadap penilaian pengawasan kearsipan daerah, dengan bobot mencapai 40 persen dari total nilai.
Oleh karena itu, keberhasilan dalam pengelolaan arsip tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga komitmen setiap perangkat daerah.
Lebih lanjut, Neni menyebut bahwa audit ini tidak sekadar menjadi alat penilaian administratif, melainkan juga sarana evaluasi yang menghasilkan rekomendasi perbaikan untuk menciptakan sistem kearsipan yang lebih andal.
Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan arahan khusus kepada para peserta workshop. Para arsiparis diminta untuk mengikuti kegiatan dengan serius, mengingat peran mereka sebagai garda terdepan dalam menjaga dokumen dan rekam jejak pemerintahan.
Sementara itu, kepada para kepala perangkat daerah, Wali Kota mengingatkan pentingnya menjadikan hasil audit ASKI sebagai acuan dalam melakukan pembenahan sistem internal di masing-masing instansi.
Ia menekankan bahwa ketepatan dalam pengisian instrumen audit akan berdampak langsung terhadap kualitas penilaian kearsipan secara keseluruhan.
Sebagai penutup, Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi kepada pihak ANRI atas dukungan yang diberikan dalam kegiatan tersebut, serta kepada panitia yang telah menyelenggarakan workshop dengan baik.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya sistem kearsipan yang tertib, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal di Kota Bontang.(Adv)

Tinggalkan Balasan