Pemkot Bontang Perkuat Kelurahan Ramah Perempuan dan Anak, Libatkan Kader hingga Tingkat Masyarakat
Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memperluas upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak dengan memperkuat peran kelurahan sebagai garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung pemenuhan hak-hak anak serta perempuan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Advokasi dan Penguatan Kelembagaan Kelurahan Ramah Perempuan Peduli dan Layak Anak yang digelar di BPU Kecamatan Bontang Utara pada, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah, kader masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa ukuran kemajuan sebuah daerah tidak hanya dilihat dari pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan perlindungan yang nyata bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
“Ketika berbicara tentang kemajuan sebuah kota, bukan hanya infrastrukturnya yang menjadi ukuran, tetapi sejauh mana kota tersebut mampu memberikan perlindungan yang aman dan nyata bagi perempuan serta anak-anak,” ujarnya saat membuka kegiatan tersebut.
Menurut Neni, mewujudkan lingkungan yang ramah perempuan dan anak membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan pemerintah kecamatan, kelurahan, lembaga pendidikan, dunia usaha, hingga keluarga yang menjadi ruang pertama bagi tumbuh kembang anak.
Karena itu, penguatan kelembagaan di tingkat kelurahan dinilai menjadi strategi penting untuk mendekatkan layanan perlindungan kepada masyarakat. Dengan sistem yang lebih kuat di tingkat akar rumput, berbagai persoalan yang menyangkut perempuan dan anak dapat ditangani lebih cepat dan tepat.
“Kalau semua bergerak bersama, mulai dari pemerintah, kader masyarakat sampai keluarga, maka perlindungan terhadap perempuan dan anak akan jauh lebih kuat dan nyata dirasakan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Bontang, lanjut Neni, juga berkomitmen menjaga dan meningkatkan capaian sebagai Kota Layak Anak melalui berbagai program yang mendukung pemenuhan hak anak serta pemberdayaan perempuan secara berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama untuk memperkuat kelembagaan Kelurahan Ramah Perempuan Peduli dan Layak Anak.
Penandatanganan dilakukan oleh Wali Kota Bontang bersama perwakilan camat, lurah, dan kader Perlindungan Perempuan dan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PPATBM).
Melalui komitmen tersebut, pemerintah berharap sinergi yang telah dibangun dapat diwujudkan dalam program dan aksi nyata di tengah masyarakat, sehingga perlindungan terhadap perempuan dan anak tidak hanya menjadi agenda pemerintah, tetapi juga gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
“Yang terpenting bukan hanya penandatanganannya, tetapi bagaimana komitmen ini benar-benar dijalankan bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan serta anak-anak di Kota Bontang,” tutupnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan