TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Siapkan SDM Unggul Hadapi IKN, Pemkot Bontang Perkuat Peran LPKS

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Asdar Ibrahim. Hadir pula Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Rifyanto Bakri. (dok: tekape)

Bontang — Pemerintah Kota Bontang terus mengintensifkan persiapan sumber daya manusia (SDM) lokal untuk menghadapi peluang dan tantangan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (12/5/2025).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bontang, Asdar Ibrahim. Hadir pula Ketua Himpunan Lembaga Pelatihan Seluruh Indonesia Provinsi Kalimantan Timur, Rifyanto Bakri, sebagai narasumber utama untuk memperkaya materi pembinaan.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan apresiasi terhadap peran strategis Disnaker dan seluruh pimpinan LPKS yang selama ini berkontribusi dalam menjembatani kebutuhan dunia industri dengan kesiapan tenaga kerja.

“LPKS adalah pilar penting. Ini adalah penggemblengan yang diharapkan melahirkan individu siap kerja, mandiri, dan kompetitif. Hal ini selaras dengan misi kita mewujudkan transformasi sosial menuju SDM yang berdaya saing,” ujar Neni.

Ia menegaskan bahwa pesatnya pembangunan di Kalimantan Timur sebagai dampak kehadiran IKN harus menjadi peluang bagi masyarakat Bontang, bukan justru membuat mereka tertinggal.

Melalui semangat “Bontang Berbenah”, pemerintah mendorong lembaga pelatihan untuk terus berinovasi dan menyesuaikan kurikulum pelatihan dengan kebutuhan industri masa kini.

Menurutnya, sektor-sektor strategis seperti petrokimia, manufaktur, hingga jasa akan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif. Oleh sebab itu, kualitas pelatihan harus terus ditingkatkan agar lulusan LPKS memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.

Selain itu, Wali Kota juga menyampaikan pesan kepada peserta agar menjaga standar kerja dan memanfaatkan momentum pembinaan dengan sebaik-baiknya.

Ia menekankan pentingnya menyerap ilmu dari narasumber guna meningkatkan profesionalisme serta memastikan lulusan benar-benar siap terjun ke dunia kerja.

Sebelumnya, Kepala Bidang Lattas dan Penta Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang, dalam laporannya menjelaskan sejumlah fokus utama pembinaan tahun ini.

Di antaranya memastikan pelatihan berjalan efektif dan sesuai kebutuhan pasar kerja (link and match), pemberian dukungan akreditasi dan perizinan, serta penguatan sistem pelatihan berbasis kompetensi.

“Kami ingin memastikan setiap sertifikasi yang dikeluarkan LPKS di Bontang diakui oleh dunia industri. Sinergi antara Balai Latihan Kerja (BLK) dan LPKS swasta menjadi kunci penguatan SDM sesuai amanat Asta Cita keempat,” tutup laporan tersebut.

Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari 42 lembaga pelatihan kerja swasta yang beroperasi di Kota Bontang. Melalui pembinaan ini, diharapkan LPKS mampu menjadi motor penggerak peningkatan kualitas tenaga kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah berbasis SDM unggul.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini