TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

112 Jemaah Haji Bontang Dilepas, Wali Kota Pesan Jaga Kesehatan dan Kekhusyukan Ibadah

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara resmi melepas keberangkatan 112 calon jemaah haji Kota Bontang untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Bontang — Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni secara resmi melepas keberangkatan 112 calon jemaah haji Kota Bontang untuk musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Prosesi pelepasan berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis (7/5/2025) malam.

Pelepasan ditandai dengan penyerahan bendera kepada Petugas Haji Daerah (PHD) serta penyematan slayer kepada perwakilan jemaah sebagai simbol kesiapan keberangkatan. Para jemaah dijadwalkan berangkat menuju Embarkasi Balikpapan pada Jumat (15/5/2026) sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Bontang, Najmuddin Tamimi, dalam laporannya menegaskan pentingnya peran negara dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji bagi masyarakat.

“Negara harus hadir untuk memberikan layanan, bimbingan, dan perlindungan kepada rakyat yang akan melaksanakan ibadah haji,” ujarnya.

Ia menjelaskan, total jemaah haji Bontang tahun ini berjumlah 112 orang yang terdiri dari berbagai kategori, mulai dari jemaah reguler sesuai nomor porsi, jemaah prioritas lansia, pendamping, hingga jemaah cadangan. Selain itu, terdapat pula jemaah mutasi masuk dari berbagai daerah di Indonesia.

Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 46 jemaah berjenis kelamin laki-laki dan 66 perempuan. Jemaah termuda tercatat berusia 18 tahun, sementara yang tertua mencapai usia 80 tahun.

Untuk keberangkatan, sebanyak 111 jemaah tergabung dalam Kloter 14 Embarkasi Balikpapan bersama petugas pendamping, sedangkan satu jemaah lainnya masuk dalam Kloter 17 bersama rombongan dari daerah lain.

Najmuddin juga mengungkapkan adanya penyesuaian jumlah kuota jemaah Bontang tahun ini yang dipengaruhi kebijakan nomor urut porsi di tingkat provinsi. Namun, ia memastikan kondisi tersebut justru berdampak positif dalam jangka panjang.

“Bontang terdampak hanya tahun ini saja. Namun untuk jangka panjang justru menguntungkan karena masa tunggu haji yang sebelumnya 47 tahun kini menjadi sekitar 29 tahun,” jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa keberangkatan haji merupakan momen istimewa bagi setiap jemaah yang telah menanti bertahun-tahun untuk memenuhi panggilan ibadah ke Tanah Suci.

Ia mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang matang. Oleh karena itu, para jemaah diminta untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah.

“Jaga lisan, jaga hati, dan tetap fokus pada tujuan utama, yaitu beribadah dengan khusyuk,” pesannya.

Selain itu, ia mengimbau jemaah untuk memperbanyak konsumsi air, menjaga asupan makanan bergizi, serta tidak memaksakan diri jika kondisi tubuh menurun, mengingat perbedaan cuaca antara Indonesia dan Arab Saudi.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kesabaran dan sikap saling menghormati selama berada di Tanah Suci, mengingat para jemaah akan berinteraksi dengan umat Muslim dari berbagai negara dan latar belakang budaya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan bahwa jemaah haji juga membawa nama baik daerah. Karena itu, sikap santun, tertib, dan semangat tolong-menolong, terutama kepada jemaah lanjut usia, harus terus dijaga.

Di akhir sambutannya, Neni turut menitipkan doa agar Kota Bontang senantiasa berada dalam kondisi aman, damai, dan sejahtera, serta mampu terus berkembang sebagai kota industri dan jasa yang maju, berkelanjutan, dan menjadi mitra strategis Ibu Kota Nusantara.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini