TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

Retribusi Wisata Bontang Kuala Mulai Berkontribusi, Pendapatan Hampir Rp16 Juta dalam 10 Hari

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi. (dok: tekape)

Bontang – Pemerintah Kota Bontang mulai merasakan dampak positif dari uji coba penerapan retribusi wisata di kawasan Bontang Kuala. Dalam kurun waktu sekitar 10 hari pelaksanaan, pendapatan yang terkumpul dari sektor tersebut mendekati Rp16 juta dan telah disetorkan seluruhnya ke kas daerah.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, menyampaikan bahwa hasil tersebut diperoleh setelah pemerintah melakukan penyesuaian mekanisme penarikan retribusi. Langkah itu dilakukan menyusul berbagai tanggapan masyarakat pada tahap awal penerapan kebijakan.

Ia menjelaskan, pemerintah memberikan kelonggaran dalam skema pembayaran dengan mengubah dasar perhitungan dari tarif per orang menjadi tarif per kendaraan. Kebijakan tersebut diambil untuk memberikan kemudahan bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata pesisir tersebut.

“Walaupun sebenarnya di dalam peraturan daerah itu hitungannya per orang, tetapi kita berikan relaksasi dengan menggunakan per kendaraan. Jadi satu kendaraan bisa tiga atau empat orang tetap menggunakan tarif yang telah disepakati,” ujarnya, Jumat, (5/6/2026).

Sebelumnya, penerapan retribusi sempat diuji coba pada 8 hingga 9 Mei 2026. Namun setelah menerima sejumlah masukan dari masyarakat dan berbagai pihak, pemerintah memutuskan menghentikan sementara pelaksanaan selama 10 hari guna melakukan evaluasi dan penyempurnaan sistem sebelum diberlakukan kembali.

Saat ini, lokasi penarikan retribusi dipusatkan di area pelataran Bontang Kuala yang merupakan fasilitas publik milik pemerintah. Dari simulasi yang dilakukan, pemasukan pada hari kerja tercatat berkisar antara Rp300 ribu hingga Rp900 ribu per hari, sedangkan saat akhir pekan maupun libur panjang nilainya dapat menembus lebih dari Rp2 juta per hari.

“Alhamdulillah hingga 10 hari ini yang sudah disetor ke kas daerah kurang lebih sekitar Rp16 juta. Memang cukup produktif,” katanya.

Menurut Eko, capaian tersebut cukup menggembirakan mengingat waktu operasional penarikan retribusi masih terbatas, yakni hanya berlangsung sekitar tiga jam setiap hari, mulai pukul 16.00 hingga 19.00 Wita. Kondisi itu menunjukkan potensi kunjungan wisata yang cukup besar di kawasan Bontang Kuala.

Tingginya minat wisatawan terlihat saat momentum libur panjang beberapa waktu lalu. Kawasan parkir Bontang Kuala dipenuhi kendaraan pengunjung, bahkan sejumlah rombongan wisata menggunakan bus dari berbagai daerah di Kalimantan Timur turut memadati lokasi tersebut.

“Pada libur panjang kemarin kami melihat ada lima bus yang datang. Parkiran penuh sampai ke luar pelataran. Ini menunjukkan kunjungan wisata ke Bontang Kuala cukup tinggi,” ungkapnya.

Selain berpotensi menambah pendapatan asli daerah, penerapan retribusi juga diharapkan menjadi sarana untuk memperoleh data kunjungan wisatawan yang lebih akurat. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar dalam merancang program pengembangan destinasi dan peningkatan layanan wisata di Bontang Kuala.

“Paling tidak dengan retribusi ini kami memiliki data kunjungan yang lebih terukur dan bisa menjadi dasar pengembangan kawasan wisata ke depan,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini