Kunjungan Wisata ke Bontang Kuala Meningkat, Pemkot Perkuat Pendataan dan Pemetaan Potensi PAD
Bontang – Ramainya aktivitas wisata di kawasan Bontang Kuala dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang.
Tren peningkatan jumlah pengunjung tersebut kini dimanfaatkan pemerintah untuk menyusun data kunjungan yang lebih akurat sekaligus mengidentifikasi potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang, Eko Mashudi, mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah daerah belum memiliki data pasti mengenai jumlah wisatawan yang datang ke kawasan wisata pesisir tersebut.
Oleh karena itu, penerapan retribusi wisata tidak semata-mata berorientasi pada pendapatan, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendataan.
“Dengan retribusi ini paling tidak kami sudah memiliki data kunjungan yang lebih terukur. Selama ini kami belum bisa menghitung secara riil jumlah wisatawan yang datang,” ujarnya, Jumat, (5/6/2026).
Dari hasil simulasi yang dilakukan pemerintah, tingkat kunjungan wisata ke Bontang Kuala dinilai cukup tinggi. Lonjakan pengunjung paling terlihat saat akhir pekan maupun momentum libur nasional yang membuat kawasan wisata tersebut menjadi salah satu tujuan favorit masyarakat.
Eko menjelaskan, saat masa libur panjang beberapa waktu lalu, area pelataran dan lokasi parkir di Bontang Kuala dipenuhi kendaraan wisatawan. Bahkan sejumlah rombongan dari luar daerah datang menggunakan bus untuk menikmati destinasi wisata yang ada di kawasan tersebut.
“Pada libur panjang kemarin ada sekitar lima bus yang datang. Parkiran penuh dan aktivitas wisata cukup ramai,” katanya.
Tidak hanya menjadikan Bontang Kuala sebagai tujuan utama, banyak wisatawan juga memanfaatkan kawasan tersebut sebagai titik awal perjalanan menuju destinasi lain. Beberapa di antaranya melanjutkan wisata ke Pulau Beras Basah maupun menginap di penginapan terapung yang berada di sekitar perairan Bontang.
Fenomena tersebut memperlihatkan peran strategis Bontang Kuala sebagai gerbang wisata pesisir yang menghubungkan berbagai destinasi unggulan di Kota Bontang. Kondisi ini dinilai menjadi peluang besar untuk mengembangkan sektor pariwisata secara lebih terintegrasi.
Selain membantu mengetahui jumlah pengunjung, data yang diperoleh melalui sistem retribusi nantinya akan digunakan sebagai dasar evaluasi dalam perencanaan pembangunan sarana dan prasarana wisata. Pemerintah juga dapat mengidentifikasi kebutuhan layanan yang perlu ditingkatkan guna menunjang kenyamanan wisatawan.
“Data ini penting karena menjadi dasar dalam pengembangan wisata. Kita bisa melihat pola kunjungan dan kebutuhan fasilitas yang harus diprioritaskan,” ujarnya.
Ke depan, Dispopar berharap tren peningkatan kunjungan wisata dapat terus dipertahankan melalui peningkatan kualitas fasilitas serta penambahan atraksi wisata yang menarik. Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata diyakini mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Potensinya cukup besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan