TEKAPE KALTIM

Jendela Informasi Kita

PAD Pariwisata Bontang Naik di Awal 2026, Dispopar Optimistis Capai Target

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi. (dok: tekape)

Bontang – Pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kota Bontang mencatatkan perkembangan yang cukup menggembirakan pada awal tahun 2026.

Hingga periode Januari sampai April, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang membukukan retribusi wisata sebesar Rp134.663.000 yang telah masuk ke kas daerah.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menyebut capaian tersebut menjadi sinyal positif untuk mengejar target PAD pariwisata tahun ini sebesar Rp200 juta.

“Semoga bisa mencapai target Rp200 juta. Dana tersebut masuk ke kas daerah, dan nantinya tergantung TAPD berapa porsi yang akan kami dapatkan kembali untuk pembangunan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana wisata,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, seluruh pemasukan dari retribusi objek wisata akan dikembalikan untuk mendukung pengembangan dan peningkatan kualitas destinasi di Bontang. Salah satu contoh yang mulai menunjukkan dampak positif adalah kawasan Mangrove Edupark Bontang.

Menurutnya, kebijakan penarikan retribusi di sejumlah lokasi wisata kini mulai efektif. Meski pada awal penerapan sempat terjadi penurunan jumlah pengunjung, saat ini tingkat kunjungan sudah kembali stabil.

Bahkan, pada akhir pekan, pendapatan dari kawasan wisata tersebut dapat mencapai kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.

Eko menegaskan bahwa kebijakan retribusi tidak semata-mata untuk meningkatkan pendapatan daerah, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan wisata.

“Penarikan retribusi ini adalah komitmen kami untuk memperbaiki layanan serta meningkatkan pemeliharaan sarana dan prasarana di lokasi wisata. Ini bentuk tanggung jawab kami setelah diterapkannya retribusi,” katanya.

Dispopar Bontang memastikan peningkatan fasilitas di berbagai destinasi akan terus dilakukan. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik wisata, sehingga sektor pariwisata dapat terus berkontribusi terhadap PAD Kota Bontang.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini