Sahib Soroti Risiko Kecelakaan Bus Karyawan, Minta Titik Jemput Diatur
BONTANG – Anggota DPRD Bontang Muhammad Sahib meminta perusahaan menata titik pengangkutan karyawannya agar bus besar tidak bebas masuk ke kawasan kota.
Menurutnya, aktivitas bus perusahaan yang menjemput dan menurunkan karyawan di dalam Kota Bontang, berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Karenanya, Sahib mengusulkan agar perusahaan yang menggunakan bus berukuran besar untuk memiliki titik khusus menaikkan dan menurunkan karyawan.
Salah satu opsi yang dinilainya bisa dikaji adalah pemanfaatan terminal.
“Kalau saran saya, ditentukan titiknya. Perusahaan yang memakai bus-bus besar cukup mengambil karyawannya di terminal,” kata Sahib saat ditemui belum lama ini.
Kata Sahib, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian karena waktu keberangkatan bus karyawan beririsan dengan aktivitas anak sekolah dan kendaraan masyarakat.
Sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 Wita, arus kendaraan meningkat sehingga potensi kecelakaan menjadi lebih besar.
“Pengangkutan karyawan dan pengantaran anak sekolah itu bersamaan. Di situlah letak padatnya kendaraan yang ada di Kota Bontang,” tuturnya.
Ia menilai penentuan titik jemput tidak harus membebankan perjalanan karyawan kepada pekerja.
Perusahaan dapat mengatur akses karyawan dari rumah menuju titik yang telah ditentukan, baik menggunakan angkutan kota maupun transportasi daring seperti Grab dan Maxim.
Menurut Sahib, pengaturan ini perlu dibicarakan bersama perusahaan dan pemerintah. Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, penataan titik jemput bus diharapkan dapat menekan potensi kecelakaan lalu lintas di dalam kota. (Adv)

Tinggalkan Balasan