Kolaborasi Pemkot dan Perusahaan Digenjot, Target Stunting Bontang Turun ke 12,5 Persen
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mengintensifkan langkah penanganan stunting guna meningkatkan kualitas kesehatan anak dan generasi mendatang. Berbagai strategi pun disiapkan untuk menekan angka stunting yang saat ini masih berada di kisaran 17,5 persen.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan bahwa penanganan stunting tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan membutuhkan kerja sama lintas sektor.
Pemerintah daerah, dunia usaha, hingga masyarakat dinilai harus berjalan beriringan agar target penurunan dapat tercapai.
Ia menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang terencana, terpadu, dan berkelanjutan.
“Angka stunting kita sebelumnya sekitar 17,5 persen. Kita sepakat untuk menurunkannya menjadi 12,5 persen,” ujarnya saat ditemui di Gedung Auditorium 3D, Kamis, 26 Maret 2026.
Dalam upaya tersebut, Pemkot Bontang juga melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Langkah ini diharapkan mampu memperkuat intervensi yang telah dijalankan pemerintah.
Salah satu perusahaan yang turut ambil bagian adalah Pupuk Kalimantan Timur, yang telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp500 juta. Dana tersebut difokuskan untuk membantu penanganan bayi baru lahir serta anak-anak yang berisiko mengalami stunting.
Program intervensi ini direncanakan mulai dijalankan setelah perayaan Idulfitri tahun ini. Pemerintah optimistis langkah tersebut akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka stunting di Bontang.
“Insyaallah setelah Lebaran program intervensi itu mulai berjalan,” kata Agus Haris.
Selain itu, pemerintah juga terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya asupan gizi seimbang, pemantauan pertumbuhan anak, serta peran keluarga dalam mencegah stunting sejak dini.
Dengan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Agus Haris berharap target penurunan stunting dapat tercapai sesuai rencana.
“Kami berharap dengan kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, angka stunting di Bontang bisa terus ditekan. Target kita jelas turun menjadi 12,5 persen agar kualitas generasi masa depan Bontang semakin baik,” tutup Agus Haris. (Adv)

Tinggalkan Balasan