Meski Peserta BPJS PBI Berkurang, Dinkes Bontang Perkuat Upaya Pencegahan Penyakit
Bontang – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menegaskan bahwa penguatan upaya promotif dan preventif akan menjadi prioritas dalam pembangunan kesehatan daerah.
Hal ini disampaikan di tengah kebijakan pemerintah pusat yang menghentikan kepesertaan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) bagi ribuan warga Bontang.
Tercatat, sebanyak 2.753 warga Bontang tidak lagi terdaftar sebagai peserta PBI pada 2026. Sebelumnya, jumlah penerima PBI yang dibiayai APBN mencapai 26.899 jiwa, namun kini tersisa 24.146 jiwa setelah adanya penyesuaian tersebut.
Meski terjadi pengurangan, Pemerintah Kota Bontang memastikan cakupan Universal Health Coverage (UHC) tetap terjaga sehingga masyarakat masih dapat mengakses layanan kesehatan secara luas.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, dalam arahannya saat pelantikan pejabat eselon IIB pada Kamis (21/5/2026), menekankan pentingnya peningkatan layanan kesehatan, termasuk optimalisasi program jaminan kesehatan dan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan.
Menanggapi hal itu, Toetoek menyampaikan bahwa pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek pengobatan, tetapi juga pada pencegahan penyakit dan peningkatan kesadaran masyarakat.
“Bontang ini sudah universal coverage. Namun demikian, kita tetap harus mengusahakan dari segi promotif dan preventif tanpa meninggalkan kuratif dan rehabilitatif,” ujarnya usai pelantikan.
Sebagai langkah awal, pihaknya akan melakukan konsolidasi internal bersama seluruh unit layanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, untuk mengevaluasi capaian program yang telah berjalan.
Selain menjaga kualitas layanan kesehatan, Dinas Kesehatan juga akan memetakan kebutuhan program prioritas yang sesuai dengan kondisi kesehatan masyarakat di Kota Bontang.
Toetoek menekankan bahwa pembangunan sektor kesehatan tidak dapat dilakukan secara sendiri oleh pemerintah. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan masyarakat, dunia usaha, dan media dalam meningkatkan edukasi kesehatan.
“Kami berharap semua pihak bisa membantu memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat agar upaya pencegahan penyakit bisa berjalan lebih maksimal,” katanya.
Ia memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas utama, meskipun terdapat dinamika dalam kepesertaan BPJS yang terjadi saat ini.(Adv)

Tinggalkan Balasan